Tuliskan Semuanya!

Pelatihan Menulis 2 hari di Rumah Perubahan awal minggu ini cukup membekas dan mulai menyebarkan virus belajar di keluarga, terutama suami dan anak. Semangat memulai menulis menyala, bak seorang tentara yang hendak maju ke medan perang… :) Semoga kami bisa menjaga nyala apinya waktu demi waktu agar menghasilkan sesuatu…

Suami mulai meng-upload tulisannya di blog Kompasiana/Rudi Widodo. Saya sendiri mulai menulis dan hari ini ingin bisa mulai meng-uploadnya di blog baru saya, Kompasiana/Dita Widodo. Tak mau kalah, putri kecil kami, Mutia yang baru berusia 7,5 tahun, menulis tentang kelompok band favoritnya, ”SMASH”. Meski secara pribadi dan dilihat dari sudut pandang sebagai orangtua, sebetulnya kami merasa kurang ”sreg” dengan kelompok tersebut, namun dalam rangka membangkitkan semangat menulis ini pula, kubiarkan Mutia menulis tentang SMASH.

Pada Pelatihan Guru Menulis di Rumah Perubahan, semua pengajar memberikan kiat-kiat yang sangat menarik dan inspiratif untuk mulai menulis. Mendapat pelatihan dari orang-orang hebat seperti Pak Rhenald Kasali dan Mas A. Fuadi ( karena masih muda ternyata…), yang awalnya hanya saya kenal hanya melalui buku dan novelnya yang luar biasa bagus, adalah suatu anugerah dan rizki Allah yang tiada ternilai. Materi yang disampaikan Ibu Amanda Setiorini, Pak Sigit Widodo, dan terakhir Pak Willy Pramoedya, semua menarik. Masing-masing menggarisbawahi hal-hal yang berbeda, namun semuanya sangat berguna.

Satu kata dari Ibu Amanda Setiorini yang cukup melecutkan semangat dan menyingkirkan keragu-raguan untuk memulai adalah : TULISKAN SEMUANYA…. Tidak usah memedulikan jenis tulisan apa yang kita buat, apakah layak dibaca atau tidak, dan lain sebagainya. Saya ingin menyebarkan virus pembelajaran melalui media non formal dan membuka Kelas Bebas Tanpa Batas nantinya jika saya telah menguasai ketrampilan tersebut dengan baik dan mengaplikasikannya.

Sekarang saya sedang mencoba menuangkan ilmu dan trik-trik menulis yang saya dapatkan di Pelatihan Guru Menulis agar dapat menularkannya kepada orang lain. Berikutnya saya ingin membuat tulisan inspiratif untuk memotivasi orang lain untuk mulai berwirausaha, sebagaimana pilihan hidup yang telah saya tempuh. Tulisan berikutnya yang ingin saya buat adalah bagaimana memanfaatkan jaringan alumni untuk membuat program-program bantuan pendidikan bagi almamaternya di daerah masing-masing. Karena keterikatan emosional jaringan alumni sangat potensial untuk berkontribusi dalam pendidikan negeri ini. Dan masih banyak ide-ide lain yang menurut saya perlu dan bahkan harus saya tuliskan, agar semakin banyak orang yang peduli dan berpikir serta menindaklanjutinya. Saya ingin membuat karya yang kelak dapat bermanfaat dan menjadi catatan amal kebaikan di saat saya sudah harus berpindah ke alam lain.

Semoga dengan bergabung di Komunitas Menulis Perubahan ini, saya memiliki media yang sangat baik untuk belajar. Universitas kehidupan seperti eskalator yang berjalan turun, sehingga kita harus jalan lebih cepat agar tidak terbawa turun. Dengan banyak menulis seharusnya saya bisa memperbaiki cara berpikir dan bertindak. Sejuta harapan yang harus saya capai dengan usaha saya sendiri, dimulai dari sekarang.

Ditulis oleh Dita Widodo, diedit oleh Amanda Setiorini

Entry filed under: Karya. Tags: .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s