Sekilas tentang “Revolusi Pedas Sang Presiden Maicih”

Maicih

Ingin jadi presiden tanpa pemilu, bahkan tanpa harus masuk ke partai politik? Banyak orang akan menjawab ; tidak mungkin, mustahil!

Tapi Reza Nurhilman, pria kelahiran Bandung 24 tahun lalu yang kemudian akrab dipanggil Axl telah membuktikannya. Dengan terlebih dulu mendirikan NKRI (Negara Keripik Republik Ichih ), ’maicih for ichers with love” ia berhasil mengukuhkan diri sebagai Presidennya…!. Banyak orang kini memanggil Axl dengan sebutan akrab : Pak Pres…! :):)

Sebuah jabatan membanggakan bukan karena tingginya. Ia memaknai panggilan tersebut sebagai sebuah penghargaan diri atas segenap perjuangan panjang lagi sulit yang telah ia lalui.

Axl berhasil mengangkat makanan ringan yang dulu dianggap makanan murahan, keripik singkong pedas yang biasa disebut ”keripik setan” naik pangkat menjadi makanan ringan berkelas, dimana keberadaannya diterima oleh kalangan luas utamanya perkotaan. Keripik singkong pedas dan super pedas yang diberi merk MAICIH bahkan kini telah mulai memasuki pasar asing, seperti Singapore, Brunei, Malaysia, Korea, dan beberapa negara Eropa.

Impiannya untuk memperluas pemasaran Maicih ke tingkat nasional hingga dunia, terlebih dahulu dengan membuat fondasi, yaitu sebuah ijin usaha yang legal untuk NKRI-nya. Maka, berdirilah PT. Maicih Inti Sinergi di tahun 2011 yang dikelola profesional.

Guna menjalankan roda pemerintahan ( usaha), dibentuklah sebuah team yang terdiri dari beberapa menteri dan jendral, karena ia tahu bahwa tak mungkin dapat bekerja sendirian. Para jendral itu bahu-membahu memasarkan produk dan mengejar target pasar yang ditetapkan. Dan menteri-menteri bertugas sesuai fungsinya. Menteri Pertahanan dan Pangan  bertanggungjawab pada produksi dan packaging, Menteri Keuangan  mengatur cash flow perusahaan, Menteri Penerangan berlaku sebagai Public Relation dan Humas Maicih, Menteri Perhubungan  mengurusi distribusi barang, Menkominfo yang mengolah data para jendral, bertanggungjawab atas sosial media MAICIH, menginformasikan jadwal gentayangan para jendral. Maicih mempunyai gubernur yang mengkoordinir semua jendral yang berada di satu wilayah.

Mari kita tengok perolehan omzet penjualan MAICIH di 2010 – 2011

Juni 2010 – 5juta

Juli 2010 – 7juta

Agustus 2010 – 10juta

September 2010 – 11 juta

Oktober 2010 – 15 juta

November 2010 – 15 juta

Maret 2011 – 30 juta

April 2011 – 20 juta

Mei 2011 – 1 miliar

Juni 2011 – 4 milyar

Juli – September 2011 – per bulan 4 milyar

2012 – saya yakin sudah lebih banyak ember dikumpulkan pastinya… :):)

Secara pencapaian pribadi yang saya simpulkan dari buku ”Revolusi Pedas” Sang Presiden Maicih adalah sbb :

Masa SMA – kerja sambil kuliah : motor mio

Tahun 2010 mobil lancer ( beli second /bekas) saat bergerilya memasarkan MAICIH. Siang memasarkan produk, malam bertemu / berkumpul dengan para reseller. Saat itu Axl masih kos dan ketika ia membeli mobil kedua, Jeep Wrangler Rubicon 2009, tak ada tempat parkir yang cukup, sehingga lancer berpindah tangan pada salah satu Jendral Maicih. Dan ia pun berganti dengan Jeep gagah berwarna putih yang dibeli dari hasil Maicih itu.

2011/2012 – Mobil sport Mercy SLK 200 warna hitam, dibayarkan DP di akhir 2011, dan Februari 2012, mobil impian berhasil dimiliki.

Axl merasa lebih ganteng dan keren jika naik mobil itu…ha ha.Bagaimana tidak? Pernah seorang pengendara motor di Ciumbeluit Bandung dari arah berlawanan ’ngeliatin” si hitamnya, dan saking terpananya sampai ia tak memperhatikan jalan dan terjatuh….Untung tidak luka serius….:)

Pencapaian demi pencapaian itu bukan hal utama yang pantas diapresiasi. Namun perjuangan demi perjuangan tanpa kenal lelah dan putus asa itulah yang patut disimak oleh generasi muda di negeri ini.

Inilah sekilas adalah perjalanan hidup seorang Presiden Maicih…:)

Axl yang bernama asli Reza belum genap setahun usianya saat orang tuanya bercerai. Mamanya adalah korban KDRT, dimana sempat patah hidung, luka-luka tubuh akibat kekerasan yang dilakukan suaminya.

Karena mamanya merasa kurang dapat mencurahkan segenap perhatian pada ketiga putranya, maka si bungsu Axl dititipkan di rumah kakak mamanya, Uwa Inne di Suaka, Cimahi.

Saat itu adik mamanya juga tinggal di rumah tersebut. Alkisah, pamannya ketika itu sedangpedekate ke salah seorang gadis tetangga. Maka, Reza dijadikan senjata rahasia untuk merebut perhatian Mbak Ita, nama gadis pujaan pamannya tersebut.

Karena Reza sering diajak ke rumah tetangganya itu, keluarga mereka jatuh hati, hingga ayah Mbak Ita yang akrab dipanggil Pak Yoyo minta ijin mama Reza untuk merawatnya.

Karena situasi sedang sulit, maka sang mama pun melepaskan pengasuhan putranya yang baru berusia 1,5 tahun itu keluarga tersebut. Bukan main gembiranya Pak Yoyo (Prof. Dr. Yoyo Mulyana Med ) yang akan memiliki anak angkat laki-laki, karena keempat anaknya semuanya perempuan. Pak Yoyo adalah seorang akademisi yang cukup terpandang.

Di rumah itu, Axl mendapat limpahan kasih sayang dan pendidikan yang sangat baik. Ia pun terlatih untuk disiplin belajar, shalat, dan membaca Al-Quran. Di tingkat SD, Rerez, nama panggilan kesayangan yang diberikan keluarga Pak Yoyo, sempat beberapa kali memenangi perlombaan MTQ.

Ketika memasuki SMP, Reza memutuskan kembali ke rumah mamanya di Bandung agar bisa tinggal bersama mama dan kedua kakaknya, Arie dan Bob. Mamanya yang bekerja dengan menyewakan pakaian pengantin dan juga perias wajah telah membaik kondisi perekonomiannya, meski masih terbilang biasa saja. Tentu dengan berat hati, keluarga Yoyo akhirnya melepaskannya.

Ketika SMA, ada 3 orang nama Reza di sekolahnya. Dan setiap nama Reza dipanggil Bejo oleh teman-temannya. Bukan karena tidak suka dengan nama Bejo, tapi Bejo dalam bahasa Sunda “beungeut jorang” yang berarti ’muka jorok”. Maka dia berinisiatif mengganti nama panggilannya menjadi Axl. Ya, nama vokalis grup band favoritnya Guns & Roses pun diambilnya. Rupanya ia sukses memproklamirkan diri dengan nama itu, sehingga teman-temannya akhirnya terbiasa memanggilnya akrab dengan panggilan baru ”Axl” :):)

Di masa SMA, Axl mengaku pernah jadi anak bandel. Minuman keras sempat ia tenggak, berantem sudah kerjaannya, dsb dll. Dimana semua itu hanyalah ekspresi atas kekecewaannya pada hidup. Anak-anak lain bisa ke sekolah dengan  motor, bahkan mobil. Pergi jalan dan makan di mall dan kesana kemari.

Sementara ia sendiri, motor saja tidak punya. Ia merasa tersingkir dari pergaulan. Maka tidak ada cara lain yang dia tempuh selain ‘menjadi preman’.

Mamanya yang sangat sabar tentu kecewa dengan ulahnya. Namun bukan amarah yang diluapkan, melainkan sekedar teguran “Mama ngerti kamu mau gaul Echa, namanya juga anak muda. Tapi satu, cha, jangan pake narkoba atau mabuk. Lebih banyak nggak enaknya daripada enaknya”.

Namun demikianlah…..Echa, nama kesayangan yang diberikan oleh sang mama baru menemui titik balik hidupnya setelah menginjak kelas 3 SMP.

Ketika itu ia bergabung di sebuah perusahaan MLM. Selain berbagai training penjualan yang diterima, ia juga banyak membaca buku : Cash Flow Quadran, Berfikir dan Berjiwa Besar, Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, 7 Habits, Bagaimana Mengembangkan Kepemimpinan dalam Diri Anda.

Dari deretan buku-buku itulah kemudian wawasannya terbuka, dan secara otomatis kesadaran akan masa depan mulai tumbuh. Reza memang akhirnya menyesali waktu yang telah terbuang sia-sia selama ini. Namun penyesalan itulah yang kemudian diubahnya menjadi tekad bulat, bahwa ia harus merubah hidupnya dengan tangannya sendiri. Dengan usahanya, yang dimulai dari membenahi pola pikir, membangun impian, dan mengaplikasikannya ke dalam usaha tanpa putus asa.

Banyak kisah yang mengundang simpati bahkan haru dalam buku ini terkait bagaimana ia mengerahkan segala tenaga dan pikiran untuk menjalankan MLM tersebut. Berkendara motor dengan jarak cukup jauh. Karawang, Cikarang, bahkan Bekasi ditempuhnya….dari satu prospek ke prospek lain. Dari pagi hingga malam.

Bahkan ia sampai ke Jawa Timur dalam mengejar prospek. Segala bentuk penolakan dan kegagalan hanya menempa dirinya menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Maka tak heran ia memiliki 1.500 downline di 10 kota : Bandung, Karawang, Cikampek,  Bogor, Garut, Sumedang, Sukabumi, Tasik, Selat Panjang dan Jakarta. Penghasilan rata-rata 2-5juta per bulan. Untuk anak SMA, penghasilan itu sudah pencapaian luar biasa.

Selulus SMA, Axl tidak berfikir untuk melanjutkan kuliah. Selama 4 tahun ia memilih berdagang apa saja. Bisnis pertamanya adalah kucing. Ya, ia memelihara kucing Siam Pesek di kamarnya yang berukuran 3×3m karena tak satupun keluarganya suka binatang tersebut. Dan ketika si kucing yang ia beri nama Monik melahirkan bayinya 6 ekor ( 2 ekor mati sehingga tersisa 4 ekor saja), ia menjual anak-anak kucing itu dengan harga Rp. 1.2 juta, sama ketika si monik ia beli. Lalu hasil penjualan tersebut dibelikan kucing lagi, dan kemudian dijual dengan harga 3,5-4 juta karena tanpa sertifikat. Untuk jenis kucing sejenis yang bersertifikat, harga pasaran adalah Rp.7-8 jutaan. Usaha kucing berlangsung hanya 1,5 tahun sampai akhirnya ada peluang lain datang.

Proyek besar pupuk, dengan memasok pupuk ke pertanian kelapa sawit dan persawahan di Kalimantan. Nilai proyek sekitar 5 milyar dengan taksiran keuntungan 250jt per bulan. Singkat cerita, setelah waktu, tenaga dan biaya ia curahkan berbulan-bulan mengejar proyek tersebut, rupanya akhirnya ia harus menerima kegagalan telak. Si perantara rupanya melarikan dana koperasi tersebut tanpa sepengetahuan dirinya. Akhirnya bukan saja kegagalan yang didapatkan, tapi juga mosi tidak percaya dari semua orang. Ia benar-benar jatuh, bahkan nyaris menjadi gila.

Ditinggal orang-orang terdekat, dibilang keluarga pemimpi, dikucilkan, dicaci maki.

“Bisnis, bisnis apaaaan??  Masih naik motor ngomong bisnis!” Itulah salah satu kata ejekan yang diingatnya.

Merasa tak ada gunanya berlama-lama tenggelam dalam depresi, ia bangkit mencari bisnis baru. MLM telah ditinggalkan sejak lulus SMA karena titik jenuh yang dirasakan dan semakin tinggi levelnya, ia merasa pendapatannya juga stagnan. Entahlah, dimana salahnya, ia juga tidak tahu.

Akhirnya ia bertemu penjual baju. Maka mulailah Axl berjualan dari rumah ke rumah. Berkeliling ke teman-teman neneknya menawarkan baju lengan panjang untuk seragam pengajian. Setiap pergi ia membawa contoh bahan dan warna. Beberapa waktu dijalani, hasilnya juga biasa-biasa saja.

Sampai suatu hari, ia bertemu bengkel motor langganan Arie dan Bob, kakaknya. Dia menjual handphone dengan harga di bawah pasar. Mulailah ia tertarik berjualan handphone. Dari 1-2 unit, terus digeluti sehingga pesanan semakin banyak. Ia pun bertemu dengan kenalan tukang service komputer yang katanya bisa menyuplay handphone dalam jumlah besar dengan harga murah.

Mulailah ia memasarkan, dan peminatnya sangat banyak!. Jika ditotal nilai ordernya bahkan mencapai 700juta. Sebagian sudah membayar uang muka. Axl pun memesan pada si supplier, dengan memberi tanda jadi Rp. 50jt

Satu bulan berlalu, pesanan tak juga datang. Konsumen gelisah, apalagi dia sendiri.

Singkat cerita handphone tidak bisa didatangkan karena berbagai alasan. Namun uang muka 50juta kembali dengan utuh setelah melalui ancaman lapor ke pihak berwenang.

Axl pun mengembalikan uang-uang pemesannya tanpa berkurang sepeserpun. Namun ia telah kehilangan kepercayaan. Semua teman menyimpulkan, bisnis dengannya tak pernah lancar. Kembali Axl terpuruk dalam kegagalan berikutnya…:(

Sendirian, tanpa penghasilan. Dengan niat membangun jaringan baru, menambah kenalan dan teman, Axl memutuskan untuk melanjutkan kuliah dengan dana tabungan yang tersisa. Sudah 4 tahun ia lulus dari SMA, baru terpikir perlu melanjutkan pendidikan.

Dan otak bisnisnya pun bekerja. Di kampus ia jualan jam tangan, sepatu, parfum. Dimana semua bisnis itu tergolong musiman. Dari seluruh jual beli yang pernah ia lakukan, bisnis kucing dan parfum yang paling bagus keuntungannya, sekitar 5 juta per 1-2 bulan. Usaha lain hanya menghasilkan Rp. 400ribu – Rp. 800ribu per bulan.

Tapi keuntungan di luar uang, tentunya tak ternilai harganya. Yang adalah pengalaman dan pembelajaran sangat besar. Untuk tidak mudah menyerah, terus mencari peluang. Jika terbentur tembok lekas mencari celah, dan terus action, action dan action….!

Tentang keripik pedas yang tak disangka adalah jalan rizki yang diberikannya, ia meyakini QS An Nahl : 96 yang artinya ”Dan sesungguhnya kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersabar….”

Keripik itu awalnya ia beli di sebuah warung kecil di daerah Cimahi. Karena rasanya yang pedas dan gurih, ia mencoba menitipkan jualan ke warung-warung untuk membantu kakaknya, Bob. Namun setelah dijual di kampus dan ternyata laku Rp.10.000 per bungkus, maka ia mulai melihat peluang besar di depan. Mulailah dipikirkan brand image, mengganti kemasan plastik bening ke dalam kemasan foil, merencanakan jenis media promosi, dsb dll.

Intinya semua ilmu yang didapat saat menjalankan MLM dia ATM ( Amati-Tiru-Modifikasi).

Tidak semudah yang dikatakan tentu saja. Berbagai kendala tetap dihadapi. Kehabisan stock karena si produsen tak menyanggupi kapasitas besar pesanannya, hingga sempat libur jualan, itu pernah dialami.

MAICIH, diambil dari ide yang artinya sebuah dompet nenek-nenek berisi uang receh. Pembuatan logo nenek-nenek tersenyum sambil menengok ke kanan dalam lingkaran ornamen cabe dimana menggambarkan cita rasanya, adalah salah satu strategi membangun image yang kuat. Juga dominasi warna merah dan putih, adalah cerminan ke-Indonesia-an ala Axl.

Pak Pres dan teamnya kini telah dikenal banyak orang dan terus menapaki perjuangannya dalam memperluas grup bisnisnya dalam bendera PT. Maicih Inti Sinergi. Berbagai acara TV dan koran-koran nasional telah meliput usahanya. Semoga NKRI  (Negara Keripik Republik Ichih) nya semakin jaya dan menginspirasi seluruh generasi muda di Indonesia. Sikap, Keyakinan, Totalitas, adalah ketiga kunci yang dibagikannya di buku “Revolusi Pedas” Sang Presiden Maicih tersebut. Semoga lebih banyak presiden atau baginda raja, atau apa pun namanya akan bermunculan nantinya…. Tanpa pemilu, tanpa harus melalui parpol apapun….:):)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s