Misteri Modal

Inilah babak perjalanan kami dimana setelah berjalan perlahan, kini pengembangan adalah soal utama yang tidak bisa ditawar kembali. Perjuangan demi perjuangan, tantangan, hambatan, dan kesempatan yang terus datang silih berganti haruslah menjadi sajian yang mesti dinikmati.

Sebuah MISI BESAR : menjadikan setiap tetes keringat dan secuil buah pikiran sebagaiPENGABDIAN kepada Allah SWT, Sang Pemberi Waktu haruslah kami ‘refresh’ sepanjang jam  yang terus kan berganti hari.

 

Dan pada tulisan terkait “misteri modal” ini, tentunya saya berharap dapat mengajak rekan-rekan yang bergerak di dunia usaha, utamanya bagi para pemula untuk sejenak mengamati bagaimana perusahaan besar MENYIKAPI MODAL maupun KREDIT BANK dalam sebuah perjalanan usaha.

 

Modal” memang sering seperti misteri. Ada perusahaan yang benar-benar perlu modal. Tapi, banyak juga “modal” yang dimaksud hanyalah berupa dukungan kepercayaan. Percaya kepada pemegang sahamnya, percaya kepada direksinya (percaya bahwa direksinya akan mau kerja keras), dan kadang cukup percaya bahwa ada orang lain yang memercayainya.”

 

Kutipan Manufacturing Hope 48 tanggal 22 Oktober 2012 bertema “Gangnam Style Sepanjang Tahun” (http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/10/22/gangnam-style-sepanjang-tahun/) tersebut di atas telah saya baca sebelum Bank Syariah Mandiri  Cabang Pulogadung, Jakarta Timur menawarkan kredit rekening koran, atau yang sering disebut ‘overdraft’ kepada kami.

Overdraft adalah pinjaman yang diberikan pada nasabah yang diijinkan untuk menarik cek melebihi batas yang ditentukan bersama, artinya lebih besar dari  yang disimpan di bank untuk jangka waktu tertentu

 

Sepanjang pengamatan saya, hukum-hukum dalam bisnis itu berlaku universal. Semua usaha mempunyai “pekerjaan rumah” yang sama dalam hal menjalankan, dan lalu mengembangkannya. Perbedaannya hanyalah pada skala atau ukuran. Apakah usaha itu masuk skala besar, medium, kecil dan “AMAT KECIL”, sebagaimana kapal kecil yang kami jalankan tentu saja🙂

 

Meskipun AMAT KECIL, saya sangat yakin bahwa metode pengembangan adalah hampir sama dan sebangun. Untuk itu, kisah PT. Batantekno dalam memperoleh modal menjadi inspirasi terbesar yang mempengaruhi keputusan kami ‘mencoba’ mengajukan kredit overdraft sebagaimana penawaran yang datang kepada kami.

 

PT. Batantekno yang memproduksi radioisotop dengan pengayaan uranium sistem rendah sebelumnya berjalan terseok-seok karena ’merasa’ tak punya daya akibat kekurangan modal. Dirinya sendiri sudah kehilangan kepercayaan. Apalagi orang luar.

 

Kepercayaan mulai muncul ketika direksi baru adalah orang-orang yang tidak hanya ahli di bidang nuklir, tapi juga mau menderita sampai tinggal di rumah kos-kosan. Mau bekerja keras, dan bukan direksi yang memikirkan ”kalau saya kerja keras” saya akan ’dapat apa”.

 

Namun setelah itu PT. Batantekno tetap memerlukan dana yang besar untuk berkembang.

Berapa besar?” tanya Pak Dahlan Iskan. ”Besar sekali, Pak. Bisa 80 miliar.” sahut Dr. Yudiutomo Imardjoko, direktur utama PT. Batantekno, seorang ahli nuklir. Beliau juga tercatat sebagai satu-satunya orang di dunia yang mampu melakukan pengayaan uranium dengan sistem rendah.

Sebagai info, saat ini pengayaan uranium yang dilakukan oleh AS adalah dengan sistem tinggi. Dan 2 tahun ke depan, akan ada aturan pelarangan pengayaan uranium dengan sistem tinggi karena pengayaan dengan sistem tersebut dapat disalahgunakan menjadi senjata nuklir.

 

”Kalau uang itu saya usahakan, berapa pendapatan perusahaan bisa mencapai setahun?” tanya Pak DI.

Dr. Yudiutomo lalu menghitung kalkulasi pasar. Dimana di Asia tidak ada yang mampu memproduksi isotop. Termasuk Singapura dan Jepang sekalipun. Dan jika peraturan baru dua tahun lagi diterapkan, Amerika pun tidak dapat memproduksinya. Karena selama ini mereka memproduksi dengan pengayaan sistem tinggi.

Pasar radio isotop sangat luas. MRI atau CT scan di semua rumah sakit di dunia memerlukan cairan radioisotop untuk melihat keadaan tubuh seseorang mengandung penyakit apa.

Lalu Dr. Yudi pun menggoreskan angka ”Setahun pendapatan perusahaan bisa mencapai 2 trilyun, Pak…”

OK. Saya carikan dana 80 miliar. Anda laksanakan semua program itu.” tegas Pak DI.

 

Tentu saja Pak Dahlan berpikir keras setelah itu, bank mana yang bisa memberikan pinjaman modal sebesar itu. Kekayaan PT. Batantekno belum memenuhi syarat untuk menjadi jaminan.

Singkat cerita, BRI bisa diyakinkan dan ditandatanganilah perjanjian kredit Rp. 80 miliar.

Setelah PT. Batantekno mendapat dukungan dana, kepercayaan diri seluruh direksi dan karyawan bangkit seketika. Kepercayaan orang luar pun otomatis berdatangan, sehingga order pun meningkat. Ekspor dilakukan hingga Tiongkok dan Jepang.

PT. Batantekno bahkan bisa mendapat L/C di depan dari transaksi ekport mereka. Perusahaan menjadi punya uang, TANPA PINJAMAN. Termasuk pinjaman dalam bentuk overdraft BRI yang sudah disetujui.

Saya tersenyum bangga dan bahagia menyimak kisahnya. Semoga misteri modal ini juga akan berlaku pada kami tentu saja.

Karena seiring perjalanan waktu, kami pun semakin meyakini, bahwa modal terbesar dalam sebuah usaha ternyata BUKANLAH UANG dan MATERI. Ada 3 hal yaitu TEKAD/NIAT, SEMANGAT danDOA TERBAIK sesungguhnya adalah MODAL UTAMA.

Bagi Anda yang masih berdiri sebagai pengamat dan menyimpan keraguan untuk menceburkan diri ke dunia usaha, semoga tulisan ini akan dapat memberikan tambahan keberanian Anda untuk segera memulainya. PECAHKAN MISTERI-nya.! Dan……WELCOME TO REAL JUNGGLE!! :):)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s