Obrolan pada Forum Direktur Mumet

Sebuah forum obrolan santai/ paguyuban yang diberi nama ”Direktur Mumet”, rupanya menjadi hal cukup menarik bagi teman-teman yang berkecimpung di dunia usaha sehingga di tahun keduanya,  kini jumlah anggotanya sudah mencapai sekitar 20 orang.  Jadwal pertemuan dengan tema ’berbincang dan makan malam bersama’ dengan bayar sendiri-sendiri setiap 3 bulan sekali dengan tuan rumah yang bergilir menjadi salah satu metode komunikasinya..:)

Forum ini dibentuk atas inisiatif seorang sahabat yang kebetulan adalah pendamping hidup saya, bernama Pwd sepulang dari sebuah seminar gratis di Singapore bertema SME ( Small Medium Entreprize ) atau Usaha Kecil Menegah ( U KM ) yang diadakan oleh APO Asean Productivity Organization ( Selengkapnya bisa dibaca di : http://www.apo-tokyo.org/ ).

Sekilas tentang APO.  Organisasi yang beranggotakan negara-negara di Asia ini sudah berdiri 50 tahun yang lalu, dan pemerintah Indonesia sebagai salah satu anggotanya membayar sejumlah dana setiap tahunnya untuk mengikuti berbagai kegiatan training, seminar, pameran, dsb. Lokasinya pun selalu bergilir dari negara satu ke negara lain di kawasan Asia. Dan sebagai warga negara, sebenarnya kita diharapkan turut aktif untuk mengikuti kegiatan tersebut guna membuka wawasan tentang banyak hal, terutama di bidang yang berdekatan dengan aktifitas sehari-hari.

Seminar dan pelatihan-pelatihan tersebut bersifat GRATIS. Kita bisa mencari informasi lebih lengkap ke MENAKERTRANS apabila berminat mengikutinya.

Bagi negara-negara maju seperti Jepang misalnya, APO sendiri merupakan CSR ( Corporate Social Responsibility). Logika sederhana kami, keberadaan organisasi semacam APO bagi negara maju berfungsi sbb :

  1. Mengkomunikasikan produk yang akan diluncurkan tahun mendatang ke pangsa pasarnya yang adalah negara-negara berkembang.
  2. Ternyata menjadi orang kaya di tengah orang miskin itu tidak enak ( mungkin mereka berfikir demikian…:) ). Menjadi orang kaya di tengah orang setengah kaya adalah pilihan. Karena bagaimana pun mereka tetap ingin menjadi “leader” dalam hal industri. Ini tidak berarti bahwa Indonesia tidak bisa memimpin pasar, namun kenyataan bahwa Jepang masih menjadi pemimpin saat ini, kita pun harus mengakui.
  3. Point nomor 2 juga kaitannya dengan keamanan. Untuk menjadi si kaya, di tengah-tengah si miskin, otomatis keamanan tidak akan terjamin. Untuk itulah mereka juga tidak mengharapkan negara-negara tetangganya menjadi terbelakang, karena sama sekali tidak menguntungkan dari sisi keamanan.
  4. Negara-negara yang menjadi target pasar juga harus dibantu kemajuan ekonominya, agar daya beli mereka bisa naik. Bagaimana mereka mau menjual produk jika si pangsa pasarnya tidak mempunyai daya beli yang cukup bukan??

Sekali lagi, ini hanyalah analisa sederhana yang MUNGKIN TERLALU DANGKAL untuk mewakili PEMIKIRAN DUNIA. Analisa ini juga bukan berarti sama sekali tidak melihat ’ITIKAD BAIK’ atau ’NILAI IBADAH’ sebuah upaya.

Karena ternyata dampak positif juga dirasakan oleh peserta yang turut menghadiri acara tersebut, antara lain adalah :

  1. Memperluas cakrawala / wawasan terhadap dunia yang ditekuni
  2. Menjadi ajang mengukur diri, di posisi manakah kita saat ini
  3. Membuka kesempatan untuk bekerja sama antar negara.
  4. Menjadi sumber inspirasi untuk terus berbenah diri dengan melihat pencapaian negara lain.
  5. Mendapat update informasi tentang perkembangan dunia terkini.

Naaah jika ditilik dari jumlah point-nya, ternyata sisi positifnya juga tidak kalah banyaknya bukan?:):)

Kembali ke Forum Direktur Mumet, yang anggotanya adalah para direktur perusahaan kecil dan menengah untuk berbagi. Berbagi informasi pekerjaan, dan berbagi KEPUSINGAN.

Menjadi pengusaha memang pilihan yang tidak semua orang mau mengambilnya karena tingkat kepusingannya tentu saja. Tidak satu dua orang yang memutuskan kembali menjadi karyawan atau bos gajian di sebuah perusahaan setelah setahun dua tahun mencoba menjalankan usaha. Bagi mereka yang memilih keluar dari medan pertempuran bernama USAHA, ada yang menganggap kami-kami ini EDAN. Maka, jika satu teman gugur di medan perang ini, satu kelakar di forum adalah : ”Satu teman kita gugur. Ternyata mencari orang-orang EDAN seperti kita juga sulit ya…hehehe…”

Di forum ini, biasanya para direktur mumet akan menjadi media curhat paling efektif. Karena salah satu tujuan Forum Direktur Mumet ini adalah untuk menjadi pelipur lara bagi teman yang sedang mengalami masalah. Membantu mencarikan solusi, atau sekedar menjadi pendengar yang baik.

Dan inilah salah satu curhat-an anggotanya tadi malam :

Wah jan…. aku baru aja dipecat anak buahku lagi ini. Piye iki, rek!” demikian Pak WS mengeluhkan perihal karyawannya yang memutuskan untuk keluar kerja.

He he he……itu biasa Cak. Kayaknya Bos-e terlalu galak, barangkali!” demikian sahut Pwd sekenanya.

Setelah itu tentunya ada analisa-analisa yang kemudian ditarik pembelajarannya bersama.

Maka, inilah beberapa kesimpulan, alasan-alasan bos diberhentikan oleh anak buahnya. Dan juga sebaliknya, anak buah / karyawan diberhentikan oleh atasan :

4 alasan bos dipecat anak buah :

  1. Galak ; berperilaku ‘bossy’; tidak dapat menghargai hasil kerja anak buah
  2. Bos tidak komunikatif
  3. Tidak komit terhadap janji
  4. Mendapat peluang baru di tempat lain ( otomatis mendapat gaji/fasilitas lebih baik di tempat lain )

2 alasan besar karyawan dipecat :

  1. Tidak produktif ( pemalas, tidak tercapai target, tidak bisa dikembangkan/diarahkan).
  2. Melanggar aturan.

Dari point di atas, ternyata peluang boss dipecat anak buah juga sangat besar jika tidak mengindahkan kaidah-kaidah umum di atas.

Adapun dampak yang dirasakan secara langsung maupun tak langsung oleh pengusaha jika pergantian karyawan yang cukup tinggi adalah terhambatnya pertumbuhan usaha.

Kepemimpinan gaya feodalisme tentunya sudah tidak cocok diterapkan di era saat ini. Pendekatan secara persuasif, kemampuan menciptakan lingkungan yang hangat dengan dukungan yang penuh dan membangun suasana kekeluargaan seringkali justru menjadi kekuatan seorang leader di sebuah organisasi.

Sikap “bossy” tidak akan menaikkan martabat dan harga diri seseorang, namun tanpa sadar akan menggiring seseorang menjadi seorang tokoh antagonis dalam sebuah lingkungan.

Semoga topik diskusi dalam forum Direktur Mumet kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua, untuk terus berbenah diri. Menempati posisi dan peran serta masing-masing dalam kehidupan yang terus saling bersinergi. Amien YRA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s