Jodoh dari Ujung Jari

Topik acara Kick Andy di MetroTV tadi malam sebagaimana judul di atas cukup menghibur menurut saya. Mengapa demikian? Karena jodoh tak lepas dari sebuah tema bertajuk CINTA. Dan topik tentang cinta memang akan selalu menarik untuk dibicarakan. Diskusi demi diskusi, berbagai ungkapan dengan segala bentuk dan caranya, serta ruang-ruang curhat yang memenuhi dunia maya maupun nyata, seolah terus bergulir dari masa ke masa. Cinta menjadi untaian kata multi makna yang tak pernah ada titik ujungnya. Karena energi dari cinta itu sendiri, konon mampu membangkitkan semangat hidup seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari…ehm ehm… :):)

Selain faktor tema yang menarik itu, sesungguhnya kepiawaian host Andy F Noya dalam menggiring pembicaraan menjadi menyegarkan, mengundang tawa dan cukup elegan serta tidak terjebak menjadi ‘norak’, adalah hal lain yang perlu diapresiasi pastinya🙂

Tiga pasang suami istri yang dihadirkan di acara tersebut membagikan cerita mereka masing-masing dalam menemukan cinta dan jodohnya di ujung jari, yang akhirnya berujung pada pernikahan, dan menjadi keluarga yang bahagia.

Ada yang mengaku gagal mencari jodoh di dunia nyata sehingga coba-coba berselancar di dunia maya melalui berbagai jejaring sosial yang ada pada saat itu ( IRC, Friendster, YM, Facebook dsb ).

Sekilas cerita akan saya bagikan di sini. Bagi yang ingin menyaksikan lebih lengkap, Anda bisa ’browsing’ video you tube Kick Andy edisi 14 Desember 2012…🙂

Desi dan Dedi, adalah sepasang suami istri yang bertemu melalui internet. Mereka bertemu di ruang chatting Yahoo Messenger. Alkisah, Desi mengaku sengaja berniat mencari jodoh di dunia maya karena di dunia nyata tidak juga ada yang cocok  :)

Seminggu setelah chatting mereka  ‘blind date’ di sebuah tempat makan. Dari pertemuan pertama yang berkesan baik, kemudian mereka melanjutkan ke tahap pengenalan antar pribadi selama 1,5 tahun. Dan karena berbagai kecocokan karakter dan diskusi aneka topik yang “nyambung’ akhirnya berlanjut ke pernikahan di tahun 2009.

Berbeda dengan cerita dari nara sumber berikutnya yaitu Nunung. Seorang wanita sarjana pertanian asal Magelang yang datang bersama sang suami, menceritakan sekilas kisah tragis yang menimpanya sebelum menemukan jodohnya di dunia maya. Hanya tinggal 4 bulan lagi tanggal pernikahannya tiba, sang calon suami ( tunangannya ) pergi tanpa pesan. Ia dan keluarga calon suami telah menghubungi dan mencarinya kemana-mana, tapi sang pria seperti lenyap ditelan bumi. Segala persiapan tentu saja sudah dilakukan.

Sementara itu baju-baju seragam panitia telah masuk ke penjahit waktu itu. Pastinya ini menjadi sebuah cobaan sangat besar yang tidak hanya dihadapinya sendirian, tapi juga keluarga besarnya.

Setelah kejadian itu, Nunung memutuskan pergi ke ibukota mencari pekerjaan. Dan di Jakarta, ia mulai mencari komunitas di dunia maya. Masuk ruang chat di sebuah jejaring sosial. Dan di dunia maya inilah ia dipertemukan Allah dengan jodohnya yang adalah Zainal Arifin.

Nunung yang bekerja di devisi R&D di sebuah perusahaan dan kemudian berkesempatan ke Blitar, Jawa Timur untuk sebuah tugas kantor, lalu memanfaatkan waktu untuk ‘kopi darat’ dengan pria yang baru dikenalnya di dunia maya itu. 13 hari dari pertemuan mereka di sebuah toko buku di Surabaya itulah yang mendorong Zainal Arifin meminang Nunung menjadi istrinya.

Dengan pengalaman pahit yang belum lama menimpa, jelas Nunung sempat dilanda keraguan. Maka, ia meminta waktu untuk shalat Istikharoh untuk memohon petunjuk pada Allah SWT. Dan sebulan kemudian saat hatinya semakin merasa mantap, maka ia mengambil keputusan besar berikutnya yang adalah menerima lamaran pria tersebut. Kini mereka telah memasuki 8 tahun usia pernikahan dan dikarunia dua orang putra yang lucu.

Nara sumber terakhir adalah pasangan suami istri Tanjung Sari – Wishnu. Tunjung yang berprofesi sebagai konsultan kecantikan di Jakarta dan Wishnu yang bekerja sebagai IT di sebuah perusahaan Yogyakarta bertemu pertama di ruang IRC ( Internet Relay Chat ). Tunjung ketika itu sedang menjalani Koas untuk meraih gelar kedokteran di Sebuah Rumah Sakit di Jakarta, dan berencana pergi ke Yogyakarta untuk sebuah acara. Saat  ia mengemukakan rencananya pada pria teman dekatnya, dan sang cowok melarangnya. Sikap yang posesif itu sebenarnya telah menjadi catatan Tunjung dan seringkali menimbulkan ketidaknyamanan.

“Dia melarang saya pergi, tapi saya tetap saja packing. Lalu ia memutuskan saya tepatnya….” demikian Tunjung bercerita. Di Yogyakarta kebetulan ada acara kopi darat dengan para anggota komunitas IRC di sebuah tempat makan angkringan.Tunjung dan Wishnu pun turut menghadirinya, dan mereka merasa tertarik pada pertemuan pertama tersebut. Cerita berikutnya, mereka menjalin hubungan lebih serius, meski mengaku putus nyambung sebanyak 7x sebelum akhirnya mereka sama-sama meyakini untuk memasuki jenjang pernikahan. Mereka akhirnya berkomitmen menjadikan satu sama lain menjadi para pribadi yang saling melengkapi dan hidup bahagia hingga kini.

Anna Surti Ariani, Psi, seorang psikolog yang dihadirkan memberikan beberapa komentar dari sisi pandang keilmuannya.  Bahwa di era tekhnologi seperti sekarang ini, internet memang dapat menjadi salah satu cara seseorang untuk menemukan jodohnya. Saat membina hubungan dengan teman di dunia maya, perasaan senang dan suka boleh saja bermain di dalamnya. Tapi tetap harus tetap mempertimbangkan logika. Tetap berhati-hati, karena ada saja oknum yang memanfaatkan internet untuk kejahatan maupun penipuan serta maksud-maksud kurang baik lainnya. Satu hal lagi yang perlu diwaspadai lagi adalah, seseorang yang adiktif terhadap internet. Orang tipe ini saking asyiknya terhadap dunia maya / internet hingga ia bahkan bisa tidak peduli dan tidak tertarik berhubungan dengan manusia-manusia di dunia nyata.  Waduuhh, gawat juga ya….X_X

Terkait penelitian di Inggris menyebutkan bahwa pasangan yang bertemu di internet, kemudian melanjutkan hubungan mereka, ternyata banyak yang berhasil menemukan cinta jangka panjang, Ibu Anna memberikan remaksnya. Bahwa kualitas para pribadi sangat mempengaruhi keharmonisan pernikahan. Dimana kualitas itu antara lain meliputi kemampuan seseorang dalam pengendalian emosi, kemampuan menerima kekurangan pasangan masing-masing, dan komunikasi yang terjaga dengan baik, serta mensyukuri apa yang dimiliki.

Dan perkenankan saya menambahkan, KOMITMEN kepada pasangan hidup yang dibingkai dalam sebuah niat MENYEMPURNAKAN DALAM PERIBADAHAN kepada Sang Pencipta, adalah HAL UTAMA. Bukankah hari menjadi indah atau sebaliknya adalah atas perkenanNya? Bukankah Dia-lah sumber segala CINTA yang ada di semesta? Dia pula sumber segala RASA yang ada?

Buat para pencari pasangan hidup, tayangan Kick Andy dan sekilas tulisan ini semoga bisa menambah semangat Anda untuk berusaha dengan tetap selalu waspada. Jodoh memang ada di tanganNya. Namun sebagai sebuah takdir, manusia harus mengusahakannya dengan tangannya sendiri tentu saja.

Dan sebagai penutup, doa sapu jagad yang menjadi favorit saya adalah : Ya Allah, berikan kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Singkat, padat, dan jelas…. :):)

Tentu dengan segala perjuangan panjang dari waktu ke waktu untuk terus menjadi pribadi yang berkualitas. Semoga masing-masing kita pun mempunyai misi yang sama… Mari berjuang ! :):):)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s