Kompetisi Seru antar Tempat Rekreasi di 2013

Sungguh nyaman melewati jalanan menuju Bogor di pekan penghujung tahun di sore kemarin. Lalu lintas lengang, seolah bumi yang kami pijak ditinggalkan ¾ penghuninya yang sedang melancong ke planet lain. Tak ada  kemacetan di jalanan ibu kota dan sekitarnya….Andai kondisi itu berlangsung setiap harinya…. Oh, indahnya….!:)

Sore itu, saya menepati janji mengadakan kopi darat dengan seorang kenalan. Sebelumnya, kami baru bertegur sapa dan berkomunikasi melalui telepon dan saling berkirim pesan singkat atas rekomendasi dari seorang kawan. Dan pertemuan antar sahabat baru itu berlangsung seru dan menjadi ajang berbagi cerita perjalanan bisnis masing-masing kami.

Selain sebagai salah satu karyawan senior di sebuah tempat wisata, Mbak Dn adalah pemilik travel yang berkantor di daerah Bogor.

Sebagai ‘orang dalam’ di salah satu tempat wisata terbesar di Indonesia, tentunya Mbak Dn mempunyai banyak ‘bocoran’ ‘hot news’ di industri pariwisata.

“Jungle Land yang di Sentul milik Grup Bakrie itu sedang finishing itu Mbak… Pokoknya woww deh…! Niat banget membangunnya….Berapa kontraktor saja yang mereka libatkan. Saya dapat info mereka telah merekrut 1.000-an karyawan. Untuk start awal jumlah yang ga tanggung-tanggung bukan? Kelihatannya bakalan menggurita nantinya. Bosku sudah mulai ketar-ketir aja tuh…” demikian ia memulai mengupas masalah persaingan antar tempat wisata yang semakin tinggi.

“Wah iya, kayaknya para pemain besar sudah pada ancang-ancang ya Mbak… Lha Ancol kemarin membuat wahana baru Treasure Land Temple of Fire di Dufan dan Crazy di Atlantis kan maksudnya juga untuk mengupgrade diri pastinya. Agar tidak kalah saing sama tempat lain. Agar tidak ditinggalkan pengunjungnya…” saya ikut ‘ngompor-ngompori’ analisanya.

“Tapi menurutku sih semua kan sudah mempunyai pangsa pasarnya sendiri, ngapainikut-ikutan galau. Kemarin si boss lihat-lihat lahan di daerah X pake helikopternya. Mencoba melihat dari atas seluruh akses jalan menuju kesana dan mempelajari berbagai kemungkinan untuk memperluas arena sekarang. Soalnya dengar-dengar trio owner Jatim Park dah mulai melirik pasar Jawa Tengah dan Jawa Barat juga. Di Jawa Barat mereka mengincar lokasi Y untuk dibuat semacam Batu Secret Zoo yang di Batu. Kalo kulihat, lama-lama ini tempat wisata saking banyaknya jadi mirip kompetisi Indomart sama Alfamart lho Mbak….” tambahnya lagi.

Demi mendengar nama daerah asal disebut, saya mengejarnya dengan pertanyaan lainnya “Di Jawa Tengah? Di sebelah mana itu Mbak?”

“Tepatnya saya belum tahu persis. Yang jelas itu lahan tidur punya Perhutani seluas kurang lebih 600 hektar. Konon boleh dibeli hak gunanya hingga waktu tertentu. Kalo nggak salah sih untuk masa 50 tahunan. Bisa sebagian atau seluruhnya. Tapi untuk bayar 10 persennya saja ya minimal harus siap uang di kantong 1 trilyun. Tinggal dulu-duluan saja kayaknya nih, siapa yang bisa bayarin!” lanjut sahabat saya lagi di tengah-tengah kesibukan mulutnya menghabiskan kwetiaw goreng di piringnya.

“Hahaha…bosmu duit segitu aja belum punya Mbak? Halah, kirain kalo kendaraannya aja dah helikopter, duit segitu tinggal ngguntingin. Dan yang dijemurin juga sampai lupa ngangkatin…hehehehe…Oalah, rupanya masih pusing juga ya..!!

Ya ini yang namanya sawang sinawang kalo orang Jawa bilang Mbak….Rumput tetangga lebih hijau terlihat. Ternyata para pemain besar juga mumetnya lebih besar ya. Muncul kompetitor-kompetitor baru, juga bisa galau….weleh-weleh….!! Berarti mendingan kita dong Mbak. Jualan paket wisata selesai. Ga sampai ga bisa tidur kayak mereka…🙂

Good news-nya sih industri pariwisata ke depan masih terus tumbuh dan berkembang bagus ya. Sekarang kita menangani acara 3 perusahaan sekaligus saja dalam sehari sudah keleh-keleh. Padahal berapa ratus bahkan ribu perusahaan dan grup-grup kecil yang jalan-jalan sepanjang hari atau akhir pekan kan? Itu makanya biar pun banyak EO dan travel, semua masih juga punya marketnya sendiri-sendiri.” Saya menimpali sedikit panjang kali lebar.

“Iya…makanya aku juga mikir. Ngapain sih si boss jadi paranoid gitu. Semua juga ada pangsa pasarnya masing-masing. Kan semakin banyak juga kebutuhan akan tempat rekreasi karena selain penduduknya bertambah, semakin meningkat pula daya belinya. Masyarakat juga semakin menyadari akan pentingnya terpenuhinya kebutuhan akan rekreasi.” Mbak Resti masih melihat kegalauan bosnya terlalu berlebihan.

”Tapi mungkin begini Mbak. Bagaimanapun memang harus disadari. Iklim kompetisi ini memang semakin ketat di 2013 dan seterusnya. Jadi tetap saja setiap tempat rekreasi harus menawarkan keunggulannya masing-masing. Memberikan suasana berbeda, dan daya tarik yang berbeda dari lainnya. Juga harus dapat membaca kelemahan kompetitor dan segera mengisi ruang kosong itu.” Demikian saya mencoba menarik kesimpulan dan rupanya teman saya pun menyetujuinya.

”Ya sudah Mbak, silakan yang punya banyak duit kalo mau mumet dengan pekerjaan rumahnya masing-masing. Kadar kepusingannya pastinya setara dengan pencapaiannya. Nah sekarang yang penting buat pebisnis kecil-kecilan kayak kita sih menambal pelan-pelan yang kemarin berlubang. Juga membuat langkah dan inovasi baru sedikit demi sedikit. Tapi ga usah pakai dibuat mumet lah. Wong bikin target-target sendiri, kok malah mumet sendiri. Let it flow, kita nikmati..Bismillah saja lah…. Setuju kan Mbak?? Hehehe…”

Kami tertawa bersama. Berharap kami dapat saling mengisi dalam berbagai hal. Mengalirkan energi positif dan semangat belajar di setiap pertemuan. Bergandengan tangan dalam menyongsong pagi di tahun 2013 mendatang!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s