Reuni SMP & Peran Alumni (3)

Penghargaan pada Almamater yang Tak Pernah Berkurang

Hingga tahun 1990an setidaknya, SMP kami yang diresmikan tanggal 25 Januari 1979 itu merupakan salah satu sekolah terbaik di daerah kami. Sekolah negeri dengan guru-guru berkualitas, gedung yang megah dan segar, taman-taman kelas yang indah, ekstra kurikuler yang beraneka ragam membuat sekolah itu amat diminati oleh banyak calon siswa dari segala penjuru desa.

Hari bertukar minggu, dan bulan terus berganti tahun. Kabarnya karena alasan banyak burung walet bersarang di bangunan-bangunan runcing yang tinggi menjulang itu sulit dibersihkan, maka digantilah dengan susunan tembok berbentuk kotak standard. Harus diakui, kesan kegagahannya memudar karenanya.

Itu hanya salah satu alasan mengapa sekolah kami perlahan tapi pasti meninggalkan masa keemasannya. Berdirinya SMPN 2 Mirit di daerah selatan menjadi alasan berikutnya. Bibit-bibit unggul daerah Selatan tak perlu mengayuh sepeda ontelnya jauh-jauh untuk bisa melanjutkan sekolah. Mungkin kondisinya akan berbeda jika ada perbedaan signifikan di almamater kami, hingga mereka tetap memilih lokasi yang lebih jauh dari tempat tinggal. Ada hal besar yang perlu diperjuangkan, demikian kalkulasinya.

Deretan kalkulasi dan evaluasi memang sering menjadi perbicangan saya dan kawan-kawan. Bukankah sebagai penonton itu lebih mudah untuk mengamati para pemain bola di lapangan? Tuan keeper tendangannya kurang kencang sehingga bola tak sampai di gawang lawan. Pemain bertahan ( back) lalai dengan terus saja meninggalkan sarang. Tuan penyerang terasa terlalu lambat berlari, dst, dsb.

Sebagian mungkin bertanya. Jika sekarang kita adalah alumni, peduli apa dengan sekolah itu? Bukankah tak ada pengaruhnya maju atau mundur almamater buat kita??

Jika kita pernah membaca tulisan James Yee, seorang tentara muslim Amerika di bukunya For God and Country, kita akan tahu alasannya mengapa kita tetap peduli. Sekolah itu adalah serupa kampung halaman kami. Ia pun adalah satu bab dari buku hidup kami. Bahwa baik atau buruk sebuah kampung halaman, benar atau salah sebuah negara di mata orang lain, kecintaan seorang warga negera terhadap negerinya tak kan pernah berkurang. Penghargaan terhadap tanah airnya tidak akan lekang digerus jaman.

Peran yang Dibutuhkan dari Alumni

Banyak hal sebenarnya yang dapat dilakukan oleh para alumni sebagai bentuk kepedulian pada almamaternya. Jumlahnya mungkin sebanyak halangan yang ada, karena kita semua yang hidup di masa ini mempunyai segudang aktifitas harian yang tak ada jedanya.

Maka akhirnya hanya sebatas langkah-langkah kecil saja yang bisa kita lakukan. Sumbangan itu tidak hanya berbentuk materi tentu saja. Mendorong ide-ide mempercantik taman di depan kelas salah satunya. Atau memberikan kelas-kelas motivasi bagi adik-adik kelas agar mereka berani bercita-cita dan memperjuangkan mimpinya adalah contoh lainnya. Bagaimanapun, alumni adalah mereka yang telah berjalan beberapa kilometer di depan siswa-siswi di almamater kita.

Menunjukkan jalan berlubang, belokan, turunan dan mendaki agar mereka tak harus mengulangi kekeliruan yang pernah kita lakukan semoga bermanfaat sebagai petunjuk dan referensi.

Maka sepatutnya, reuni-reuni ke depan yang akan diadakan pun dapat menggelindingkan ide-ide serupa. Bukan sekadar tatap mata, jabat tangan antar sahabat. Perbincangan panjang tentang aktifitas di hari ini. Karena meningkatkan semangat belajar mengajar, mendorong kompetensi di dunia pendidikan adalah salah satu dari sekian ribu cara dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di negeri ini.

Bersambung dengan judul : Reuni SMP – Burung Kertas & Impianmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s