Jembatan Jaman

Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya.

Pohon besar tumbuh mendekati langit dan menjauhi tanah. Ia merasa telah melihat segala dari ketinggiannya. Namun, masih ingatkah ia dengan sepetak tanah mungil di waktu kerdil dulu? Masih pahamkah ia akan semesta kecil ketika semut serdadu bagaikan kereta raksasa dan setetes embun seolah bola kaca dari Surga, tatkala ia tak peduli akan pola awan di langit dan tak kenal tiang listrik.

Waktu kecil dulu, kupu-kupu masih sering hinggap di pucuknya. Kini, burung besar bahkan bersangkar di ketiaknya, kawanan kelelawar menggantungi buahnya. Namun, jangan sekali-sekali ia merendahkan kupu-kupu yang hanya menggeliat di tapaknya, karena mendengar bahasa-nya pun ia tak mampu lagi.

Setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yang selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. Tak bisa kembali ke kacamata yang sama, bukan kita lebih mengerti dari yang semula. Rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu.
Dapatkah kita kembali mengerti apa yang ditertawakan bocah kecil, atau digejolakkan anak belasan tahun seiiring dengan kecepatan zaman yang melesat meninggalkannya? Karena kita tumbuh ke atas, tapi masih dalam petak yang sama. Akar kita tumbuh ke dalam dan tak bisa terlalu ke samping. Selalu tercipta kutub-kutub pemahaman yang tak akan bertemu kalau tidak dijembatani.

Jembatan yang rendah hati, bukan kesombongan diri.
Oleh : Dee

***

Kalimat –kalimat sarat makna yang tersusun dalam prosa Dee di atas bak sebuah cermin bening yang tergantung di hadapan kita.  Hanya perlu kejernihan hati untuk dapat melihat bayangan diri.
Berbagai perbedaan sudut pandang lintas generasi, seringkali menimbulkan jarak, benturan dan gesekan antara keduanya. Sebuah jembatan jaman dari waktu ke waktu perlu terus disiapkan oleh setiap kita. Ya, sebuah bangunan penghubung  yang tersusun dari rangka ilmu, batu-batu komunikasi, yang direkatkan dengan semen kerendahan hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s