Stasiun Prembun Peroleh Sanksi adalah Gebrakan PT. KAI di Kota Kami

Wajah Baru Stasiun Prembun

Wajah Baru Stasiun Prembun

Prembun, sebuah kota kecil di bagian timur Kebumen dan hampir berbatasan dengan Kota Purworejo, Jawa Tengah dikenal sebagian orang akan hasil buminya yang tak pernah mengenal musim yaitu bengkuang. Bengkuang atau bengkoang adalah sejenis umbi berwarna putih yang dapat dimakan sebagai komponen rujak atau asinan. Di dunia kosmetik, buah ini dikenal sebagai bahan masker yang menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Di sana, buah tersebut dijajakan hampir di sepanjang kiri kanan jalan.
Stasiun Prembun adalah salah satu stasiun kereta tertua dan satu-satunya di kota itu. Stasiun kecil yang mungkin juga menyimpan banyak cerita bagi Anda para perantau.

Di masa lalu, sering kita lihat sebuah plang bertuliskan “TEMPAT DUDUK HABIS’. Tapi di saat yang sama para calo tiket dengan terang benderang menjajakan tiket lengkap dengan nomor kursinya. Sebuah pemandangan yang aneh, tapi kita terkondisikan untuk mengikuti arusnya. Tentu dengan harga jauh di atas bandrol yang tertera dalam tiket berbentuk kotak kecil tebal mirip kartu domino.

Wajah Baru Pasar Prembun

Wajah Baru Pasar Prembun


Seperti ritual para pemudik lainnya menjelang kembali ke tanah rantau, kami pun menyempatkan satu hari untuk membeli beberapa oleh-oleh. Lanting, sejenis makanan ringan terbuat dari tepung singkong adalah salah satu makanan khas daerah yang dikenal luas. Kini lanting Kebumen diperkaya dengan berbagai rasa selain rasa original bawang goreng. Dari barbeque, keju, pedas manis dan lain-lain. Dan untuk tujuan lanting yang kelak kan dibagikan ke tetangga dan sahabat, kami menuju pasar Prembun yang lokasinya tepat di depan Stasiun.Ini adalah kali pertama kami masuk ke pasar yang baru selesai direnovasi. Bagus, bersih dan tertib. Meski belum semua pedagang menempati kembali lapaknya, namun sudah terasa kenyamanan belanja di sana.


Kami menyempatkan menengok stasiun kereta Prembun yang berbatasan langsung dengan pasar. Kami berdecak kagum melihat suasana kerapihan dan kebersihan yang jauh di atas bayangan. Sebuah perubahan cukup besar telah dilakukan. Stasiun bersih dari sampah yang berserakan. Toilet bersih dengan air jernih yang tertampung di baknya. Kran-kran berfungsi sempurna. Namun ada sebuah papan putih terpampang persis di depan loket yang membuat dahi kami berkerut beberapa saat. “TIDAK MELAYANI PENJUALAN TIKET. Silakan ke Kutoarjo/Kutowinangun/Indomart/Alfamart/Agen”.

Papan Pengumuman Tak Berjualan Tiket

Papan Pengumuman Tak Berjualan Tiket


Tiket kereta bisa dibeli di Indomart/Alfamart, hampir setiap kita sudah tahu. Tapi jika ada stasiun kereta tidak bisa melayani penjualan tiket, ini tentu mengundang tanda tanya. Ada apa? Kenapa dan mengapa?
Seorang pengunjung yang sepertinya menangkap rasa penasaran kami, tiba-tiba menghampiri dan serta merta bercerita. “Iya, beberapa bulan ini mema
ng Stasiun Prembun ini sedang kena sanksi akibat ketahuan masih ada praktek percaloan tiket di sini. Stasiun ini tidak diijinkan berjualan tiket, entah berapa lama saya ndak begitu ngerti. Yang jelas, kabarnya, semua karyawannya dimutasi. Mereka hanya ada 2 pilihan : MENGUNDURKAN DIRI, atau MUTASI DENGAN TURUN JABATAN.”

Degg!! Terhenyak kami mendengar kabar berita itu pastinya. Pertama, miris dan prihatin karena ternyata Stasiun legendaris di kota kami terbukti sebagai sarang penyamun. Meskipun kami pun adalah saksi mata puluhan tahun yang lalu, tapi kenyataan terbongkarnya kasus itu jelas mengundang keprihatinan mendalam. Bahwa korupsi memang telah mengakar hingga ke daerah kami.
Kedua, tentu apresiasi yang amat tinggi kami berikan pada kinerja teamnya Pak Ignasius Jonan- Dirut PT. KAI, salah satu pendekar pilihan Pak Dahlan Iskan. Ada rasa bangga yang menyusup dalam hati, seiring dengan bertumbuhnya harapan yang tinggi atas perbaikan-perbaikan fasilitas umum di negeri ini.

Indonesia pasti akan terus membaik bilamana ada pimpinan-pimpinan tepat yang duduk di sana. Pimpinan yang tegas, jujur, dan menegakkan kebenaran tanpa tebang pilih.
Maka, biarlah stasiun kecil kami menjadi pelajaran mahal dan shock teraphy untuk stasiun-stasiun lainnya di tanah air ini. Biarlah catatan buram di masa lalu kan bertukar dengan jalinan sejarah gemilang di masa depan. UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK.

Stasiun Prembun_Ternyata Kita Telah Ratusan Kilometer Jauhnya Kini

Stasiun Prembun_Ternyata Kita Telah Ratusan Kilometer Jauhnya Kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s