Lebaran Kreatif ala Keluarga Kami

Idul Fitri 1434H_Foto Bersama

Idul Fitri di masa lalu adalah momen yang amat ditunggu-tunggu oleh kami, para anak desa. Lebaran identik dengan baju baru, sepatu sandal baru. Hal yang cukup langka membeli pakaian di hari-hari lainnya, selain seragam sekolah barangkali. Lebaran juga menjadi istimewa karena hidangan spesial di meja makan. Ketupat dan opor ayam, serta aneka penganan yang keberadaannya dipersiapkan dengan amat serius dan matang oleh setiap ibu-ibu di kampung halaman. Kue sagon adalah salah satunya. Ini seperti kue wajib bagi setiap keluarga yang khusus diproduksi menjelang Idul Fitri. Pembuatannya sesungguhnya penuh perjuangan di mata saya. Pencetakan yang secara manual kadang membuat memerah jari-jari tangan kecil kami karena jumlah kue yang dibuat pun bertoples-toples. Belum lagi memanggang dengan perapian kayu, lengkaplah sudah wangi asap di seluruh baju dan tubuh sepanjang hari itu. Tradisi tersebut terus berlangsung hingga puluhan tahun dalam menyambut pagelaran event akbar bernama Lebaran Idul Fitri.

Kini, baju baru memang bukan hal yang istimewa lagi. Opor ayam dan aneka penganan dalam toples yang berjajar pun menjadi hal yang tak semenarik dulu lagi. Pergeseran jaman ternyata memang berdampak pada pergeseran makna Idul Fitri itu sendiri.

Bagi kami generasi kedua, bertemu kembali dengan orang tua, tetangga, kerabat dan kawan memang adalah hal yang selalu menggembirakan. Kegembiraan tanpa syarat. Kampung halaman, dengan segala kekurangannya tetaplah istimewa dan tak tergantikan. Ikatan emosional dan jalinan sejarah yang melekat dalam setiap diri tak kan pernah luntur dan memudar, itu pasti. Tapi bagaimana dengan kedudukannya di mata anak-anak atau generasi ketiga, keempat dan seterusnya kelak? Mungkinkah mereka pun memiliki antusiasme yang sama dalam memaknai jalinan silaturahim di bumi nenek moyangnya nanti?

Maka, untuk alasan itulah kami mencoba membiasakan membuat acara IDUL FITRI KREATIF di sepanjang tahunnyaDan seperti Idul Fitri sebelumnya, ada satu hari dimana kami menyempatkan berkumpul dan membuat acara permainan kompetisi anak-anak dan dilanjutkan dengan bertukar angpao ( sangu ). Permainan yang dimaksud tentu permainan yang sederhana saja, dengan properti yang pun seadanya.

Tahun ini, games ketangkasan yang dikompetisikan adalah memasukkan bola tenis ke sebuah lingkaran. Lingkaran yang terbuat dari kardus bekas disusun di sebuah baki. Semua cucu ( generasi ketiga ) menjadi pesertanya. Dari tingkat SD hingga mahasiswa wajib mengikuti kegiatan ini. Setiap regu terdiri dari 2 orang, dan seleksi kelompok melalui pengundian. Dewan juri telah menyiapkan timer di sebuah slide untuk melihat siapa grup tercepat yang berhasil memasukkan bola ke lingkaran terdalam.

Games Property

Gladi resik

Gladi resik

Penonton dan supporternya adalah para anak dan manantu ( generasi kedua ) dan generasi pertama ( embah kakung dan putri ). Mereka juga telah menyiapkan hadiah berupa angpao.  Jumlah uang saku lebaran sebenarnya hanya sekadarnya saja. Namun sorak sorai dan celotehan para kompetitor dan komentar dari para penontonlah yang turut memeriahkan ajang kebersamaan ini.

Event lebaran kali ini ditutup dengan acara memancing bersama di hari berikutnya. Grup mancing mania dengan semangat 45 menuju salah satu rumah Pakde dan Budhe di kota sebelah ( Purworejo,red), yang telah menyiapkan ikan-ikan lapar di belakang rumah.

peserta memancing

peserta memancing

Ikan dalam cucian

Ikan dalam cucian

Wah….. dapat 45 ekor ikan bawal! Hmm…ternyata sulit juga memancing gurame dan nila ya! Seekor nila yang berhasil dipancing pun ternyata lepas dan masuk kolam lagi beberapa detik setelah jatuh ke pinggir kolam. Duh!! Tapi tak apalah,….. mungkin memang belum sampai waktunya….hehehe. Tak berapa lama, Budhe sudah memberikan instruksi berikutnya : “Sup kepala ikan dan ikan goreng keringnya sudah matang…Hayuuuk saatnya makaaan…..!!

Dan seolah dikomando,  seluruh pasukan pun menyerbu meja makan hingga ke dapur-dapurnya.  Seruuuu!

Ikan goreng maknyuss!

Ikan goreng maknyuss!

Kini, memancing bersama pun menjadi agenda dinanti-nanti buat seluruh peserta. Semoga ada kesempatan untuk selalu menjadikan hal-hal kecil menjadi selalu istimewa di hati kami. Lebaran Kreatif, semoga menjadi satu dari sekian alasan untuk KAMI INGIN MUDIK kembali. Menjalin cerita penuh kesan dalam kehangatan cinta di sebuah unsur terkecil dalam lingkaran besar negeri ini, yang bernama KELUARGA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s