AM & PM Itu Beda Waktu Bung!

Malam itu empat sekawan nyaris tak dapat memejamkan mata di markas mereka. Sebuah kantor kecil yang mungkin serupa rumah keduanya. Selain membereskan beberapa pekerjaan proposal dan desain yang menjadi pekerjaan rumah, mereka harus berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta, Jakarta jam 01.00 dini hari. Penerbangan yang akan membawa mereka ke Bali tercantum jam 04.25. Dan meski malam kemungkinan jalanan Jakarta tak seberapa macetnya, namun ada spare waktu sekitar ½ – 1 jam memang harus disediakan. Begitu pikir mereka.

Dan tepat jam 01.00 mereka sudah meluncur ke bandara menggunakan taxi langganan. Sekitar jam 03.00 dini hari mereka telah sampai di terminal keberangkatan domestic. Di bandara, seorang di antara mereka yang mengurus pembelian tiket dan sekaligus sebagai PIC grup Company Gathering yang akan ditangani esok hari, menuju ticketing untuk mengurus tiket mereka.. Dan dengan mantap, ia berjalan sambil membuka pesan di BBM yang tertera konfirmasi penerbangan ke Denpasar pagi itu.

Tak berapa lama, ia menghampiri teman-temannya dengan bersungut-sungut. Dari wajahnya terlihat ia amat berang karena merasa ‘dikerjai’ oleh travel yang mengurus ticketingnya. “Gila nih orang! Salah dia maaaan! Ini kita dapat flight jam 4.25 sore, bukan pagi! Kurang ajar juga nih kita dikerjain gini…! Dan bla bla…..”

“Elu telepon gih sekarang! Hajar sono!….” satu temannya menyemangati di tengah kegalauan dan kekesalan yang secepat kilat sudah merembat ke semua temannya.

Dan, segera setelah telepon selular tersambung, omelan mengalir bak peluru yang dimuntahkan dari moncongnya. Suara di seberang sana terdengar tetap tenang dan santun, hingga ledakan amarah pelan-pelan berubah menjadi suara keraguan di pihak si penelponnya.

“Masa di bilang udah jelas di situ dia bilang pm? Gua ga lihat ada tulisan pm di situ? Lagian biasanya jam 04.25 sore itu itu kan mestinya ditulis jam 16.25!!!”

“Wah jangan-jangan kayak aku dulu waktu ke Batam. Jam 6 pagi kupikir jam 6 sore, jadilah gue ketinggalan pesawat. Dan melayanglah job ngemci itu…!” Sepenggal cerita salah satu anggota yang pernah mengalami hal serupa menambah kegalauan semua.

“Coba sini, mana BBM-nya gua lihat!!” sela satu orang lainnya yang terkenal cukup reaktif dalam berbagai hal.

“Ini lihat di bawahnya, PM !! Post Meridian! Sore Bro, bukan pagi!! Emang sih ini terpisah spasi di bawahnya, tapi kan jelas tercantum! Elu yang salah! Huuuu…..” serentak digebuglah sang teman, dan reflek ia guling-gulingan di lantai bandara tak dapat menahan tawa. Disusul ledakan sahut-menyahut saling menimpali komentar-komentar jenaka. Orang di sekeliling hanya bingung melihat keganjilan keriuhan itu pastinya. Mereka yang tengah  heboh itu sebenarnya sedang menertawai diri sendiri atas peristiwa kekonyolan, kebodohan, atau keapesan yang menimpa mereka pagi itu.

Satu dari mereka menelepon supir taxi yang sudah hampir meninggalkan bandara. “Dimana Om?”

“Udah mau keluar bandara!!” sahut si driver taxi yang hubungannya sudah seperti teman selama ini.

“Buruan kesini, balik-balik…!! Ada yang ketinggalan!”

Dan tak berapa lama taxi sudah kembali ke tempat dimana belum lama tadi mengedrop empat sekawan itu. “Apanya yang ketinggalan?” tanyanya bingung.

“Om, mau kemana? Mau balik kan? Kita mau ikut pulang aja!” Dan tanpa dikomando, 4 cowok ganteng yang pagi itu ‘kecele’ akibat keliru melihat jadwal pesawat menyerbu taxi dan memasukinya.

“Hayuk, jalan pulang!! Kami salah melihat jadwal pesawat. Harusnya jam 04.25PM, jam 16.25 sore, bukan pagi. Jadi nanti jam 1 siang tolong antar kami kembali ke sini!”

Gubrak!!! Ya ampuuuuun!!X_X.  Saya pun geleng-geleng kepala sambil tertawa geli mendengar cerita kekonyolan paling memalukan pagi itu. Peristiwa yang tak kan terlupakan pastinya untuk kami semua. Makanya, hati-hati melihat jadwal pesawat. Termasuk AM dan PM yang kadang terlupakan oleh kita, karena terbiasa menggunakan hitungan waktu 24 jam, dan bukan per 12 jam sebagaimana hitungan dunia International. Terutama saat pikiran dipenuhi hal lain sehingga menganggap enteng hal kecil yang ternyata berdampak dramatis begini. Jangan sampai Anda terperosok ke lubang yang sama!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s