Suratmu Tak Pernah Terlambat

Sepucuk suratmu akhirnya sampai juga di tanganku,

Delapan tahun terhitung dari pertemuan terakhir kita di hari itu,

Hanya beberapa larik kalimat singkat saja,

Namun kupahami betapa kau ingin mengungkapkan selaksa cerita

Yang selama ini kau simpan rapat di dasar hati

 

Dan hanya kau pegang kuncinya sendiri

Katamu, sebentuk rasa tak terelak tumbuh begitu saja,

Sebentuk bahagia muncul saat aku melintas di hadapmu,

Sejumput asa terukir halus dalam angan masa remajamu,

Namun, sebongkah takut telah menyudutkanmu,

Bahkan untuk sekadar menyapaku,

Tertegunku menyimak kisahmu,

Kucoba hadirkan sesosok wajah berambut ikal,

Dan kaki-kaki kecil yang mengayuh sepeda kumbang

Sejenak kepedihan mewarnai kalbu,

Berjuta empati dan simpati melebur jadi satu,

Tak secuilpun kau bubuhkan alamat,

Kuartikan, kau tak berharap surat itu kan terbalas,

Maka, biarlah kutitipkan pesan pada angin yang bertiup,

Bahwa seiring perjalanan waktu, aku pun belajar,

dan kini mulai memahami,

Bahwa kadang cinta datang tak memilih,

untuk hinggap pada diri yang mana dan siapa,

Terimakasih sahabat, suratmu tak pernah terlambat,

Ketahuilah bahwa hidup ini cair, semesta bergerak, dan realita terus berubah,

Ketahuilah bahwa sejarah ibarat awan yang tampak padat,

Tapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh.

Maka, kuinginkanmu sebagai sesosok yang tangguh,

Berharap sekuntum melati kan kau dapati di tengah perjalananmu nanti,

Sebagai panenan atas investasi waktu yang telah kau tanam selama ini.

Sebagai jawaban Tuhanmu, yang tengah mengatur segala urusanku,

Dan juga urusanmu…

Maka, tersenyumlah, untuk Dia yang telah menitipkanmu kisah,

Yang menumbuhkan anak-anak menjadi dewasa,

Yang kelak kan merapuhkan pula ketika manusia menua,

Untuk sebuah penyadaran dan kesadaran

Bahwa sepatutnyalah, hanya kepadaNya cinta manusia berlabuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s