Kelas Pagi di Pasar Basah

Pagi nan berbeda,
Lama tak bersua, ada rindu menyelinap juga
Rentengan kerupuk tiga ribu,
Buntalan tepung dan aneka rempah 
serta kawanan ikan merapat ke tepi,
Tertata pada los-los kios terbuka

Di antara hijau bayam, kangkung, kenikir dan labu siam,
Ada tumpukan sabarmu yang tak mampu kubilang,
Di antara lorong- lorong yang padat,
dan tawar-menawar pembeli yang datang,
Kusaksikan, engkaulah pemain layang-layang terhandal,

Dan pada wangi ikan asin yang kini adalah bagian harimu,
Amat kulihat kejernihan pikirmu,
Kesyukuranmu pada nikmat Tuhan yang mengalirimu,
Maka, tak usah berucap apa pun padaku,
Karena kini kutahu, sesungguhnya engkaulah guruku,
dan pertemuan denganmu telah genap mencukupiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s