Rapuh

Tiba-tiba selintas kenangan tergambar,

Puluhan tahun silam, ketika sesosok berkerudung putih menyapa,lalu berkata

dimana pun engkau berada, bacalah kalamNya, meski satu ayat saja.

dalam sehari semalam yang Ia titipkan

dan tundukkan hatimu ketika matahari beranjak naik ke sepenggalah

semoga Ia membukakan setiap jalan di depanmu

 

Waktu berjalan….

Meski sekuat hati melakukan apa yang kau pesankan,

tak kuasa berbagai pelanggaran kulakukan

tak terhitung berapa hari tersesat oleh riuh irama

hingga kubisikkan sebuah kata “maafkan aku guru…ampuni aku duhai Tuhanku..”

 

Waktu bergulir dan kembali pada putaran yang kukenal,

Sesosok dengan wibawa dan kharisma yang tak terbantahkan

mendatangiku di sebuah ruang,

Inspirasi, ide, hikmah adalah dariNya.

Hikmati kalamNya lima menit dalam sehari semalammu,

niscaya cahayaNya menerobos dalam batinmu,

 

Waktu berlalu,

Catatanku penuh kesaksian yang tak terungkapkan,

setiap ku mendekat, kudengar langkahMu memburu merengkuhku,

Ya, meski Kau pasti tahu,

jiwaku masih rapuh kini,

dan tak pernah sempurna mencintaiMu,

Namun kejutan manismu tak pernah lelah menghujaniku

Maka, ampuni aku…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s