Senjaku di Semeru

rumah itu masih sederhana seperti sebelumnya,

kursi tua yang terletak di tempat semula,

sikat gigi yang terserak di masing-masing dindingnya,

serta piring kembang yang amat kukenal motifnya,

 

kupeluk erat wanita itu dengan rindu yang membuncah,

kudengar detak jantung kami saling menyahut,

dan tepukan tangan di punggungku membekas amat dalam,

membangunkan ingatan akan senja yang kami nikmati puluhan tahun silam,

 

“apapun menu di rumah ini selalu enak…..”

begitu kuberujar penuh kejujuran,

senyum sahajamu tak pernah memudar,

seperti nikmat sambal di cobekmu yang tak pernah berkurang

 

kini tak tersisa satu ruang pun yang kusimpan,

kecuali hanya berisi seluruh kebaikan yang telah engkau curahkan,

tak secuilpun terimakasih mampu kuwujudkan,

namun setulus hati kumohonkan,

Dia kan sempurnakan untukmu segala kebaikan

karena di dalam aku, sejarahmu amat gemilang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s