Kang Jupri dan Permaisuri

Bulir padi yang ingin kutemui terlanjur pergi,
Karena di sawah kini, padi baru saja masuk ke lumbung petani
Sedangkan benih belum saatnya masuk ke persemaian

Tak kutemui lagi tetangga yang selalu ramah dengan sapanya,
Terlanjur ia menemuiNya di sebuah senja.
Bukan, bukan ia…tapi mereka
Sepasang anak manusia begitu kompak meninggalkan kami semua,
Jeda 3 hari tanpa pernah diduga,
Sakit yang tak terobati, demikian mereka bercerita

Benarkah sakit menjadi sebab kematian…?
Aku ragu.
Nyatanya banyak manusia panjang usia dengan sakit sekian lama,
Dan tak sedikit manusia berpulang tiba-tiba,
Tanpa sempat berkemas diri sedikitpun juga

Setiap detik mungkin selalu ada jiwa berpulang,
Namun kepergian sahabat, kerabat dan orang-orang terdekat adalah serupa tamparan yang berulang,
Ia kan sanggup getarkan hati dengan duka yang mendalam,
Hampa dan sunyi adalah rasa yang selalu mengikuti

Ya, segala tentangmu tak pernah kulupa,
Memotong ayam yang kusiapkan,
Menitipkan beberapa sawah ladang,
Mengganti genting kami yang bocor dan talang yang terhalang,
Dan berjuta kebaikan yang tak mampu kubilang
Karena kau amat kami andalkan

Selamat jalan Kang Jupri dan permaisuri,
Segala ampunanNya pasti kupintakan,
Segala kasih dan sayangNya tentu kumohonkan,
Jika ada satu catatan tambahan
Kuharap kita kan bertetangga kembali pada kehidupan di kemudian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s