Ketika Remaja

Jika ada paragraf rindu, aku tak mau tersesat di situ
Jika ada sajak cinta, aku tak mau terbawa deras alirannya

Telah kubentangkan peta hidupku,
Telah kusingsingkan lengan baju,

Jika usia muda adalah kita,
Biar ku nikmati sekadarnya saja,
Karena buaiannya dapat koyakkan logika

Berandaku riuh oleh aneka kisahku dan kisahmu
Persahabatan yang hangatkan jiwaku,
Dan kuyakin juga jiwamu,
Tak lebih dan tak kurang,
Karena jalanku dan jalanmu masih panjang dan lebar

Tak perlu takutkan hari depan,
Serupa lorong samar dan gelap di kejauhan
Karena selama rasa dan logika tertata di tempatnya,
Selama segala pikir dan kebeningan nurani terus terjaga
dan segala daya dan pinta tercurah melengkapinya,

Nantikan seluruh bagianmu dan bagianku
kan tergenggam di suatu ketika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s