Filosofi Sepiring Makan Malam

Kemarilah anakku,
Duduk di sini bersama ibu,
Bawa serta sepiring nasimu,
Sebagai santap makan malammu

Usah kau lupa, panjatkan do’amu,
Supaya tuan nasi dan teman-temannya,
kan berguna bagi tubuhmu,
Bawa berkah bagi jiwamu

Kemarilah anakku,
Duduk di samping ibu-bapakmu,
Seraya berbincang ringan, tataplah piringmu,
Usah kau lihat TV dan singkirkan sejenak bukumu

Tahukah kau?
Bulir padi telah menempuh perjalanan demikian panjangnya
hingga akhirnya tiba di sini
Melawan hama di sawah tuan petani,
lolos dari serangan kelompok tikus,
hingga ancaman santapan sang belalang

Dan tuan petani telah menyempurnakan perjuangannya,
setidaknya 4 bulan lamanya,
Dengan sepenuh cinta tuan petani merawatnya, menjaganya,
hingga panen raya tiba sebagai kabar suka cita,
Menyemai benih, menanam, menyiangi rumput,
memupuk, mengetam, menjemur, menggiling,
hingga lahirlah butiran beras nan putih menawan,

Kita tak pernah tahu,
Entah telah berapa tangan para pejuang
dan pekerja keras turut berperan di dalamnya,
Hingga sampailah mereka di sini, di piring di depanmu ini
Dalam keriuhan makan malammu,
Bertaburkan lauk kasih sayang dari orang tuamu,

Untuk itu anakku,
Hikmatilah sepiring nasimu dengan segenap rasa syukurmu,
Karena Sang Maha Pemurah telah mencukupimu,
Kunyahlah pelan-pelan saja, tak perlu buru-buru,

Ketahuilah anakku,
Dengan memuliakan padi, beras, sayuran, alam, dan seluruh isinya,
Serta melesakkan maknanya di sanubari,
Sesungguhnya inilah satu cara tuk nyatakan rasa syukur itu,

Semoga darah yang mengalir, daging yang bertumbuh,
dan putih tulang yang menopang tubuhmu,
Sepenuhnya diliputi keberkahan Ilahi
Hingga ciptakan ketentraman hati hingga nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s