Ingatan Pertama Ketika Mata Terbuka

Teringat perbincangan denganmu di suatu siang,
Lintasan ingatan tentang perubahan jaman,
Yang lajunya membawa kemajuan pada satu sisi,
Namun menyisakan kemunduran sejati pada keping lainnya

Coba sejenak kau jawab dengan jujur,
Apa yang pertama kali kau kerjakan ketika matamu terbuka?
Mengambil handphone atau gadget lainnya-kah?
Melihat notification, memeriksa pesan-pesan masukkah?
Atau bahkan bersegera membalasnya satu persatu?

Dulu, aku pun demikian kawan,
Sebelum kusadari,
Ada kerugian besar yang diam-diam melekat dalam kebiasaan,
Jika tak bisa dikategorikan sebuah kekeliruan,
Bahkan seringkali menjelma sebagai sebuah kebanggaan,
Ketika asyik menyimak order yang berdatangan,
Atau sekadar sapaan perhatian dari kerabat dan teman,
Terlebih dia yang amat kau tunggu hadir di berandamu,
Juga sebaris pesan yang buat harimu berbinar

Tahukah kau?
Ketika otak memasuki gelombang alpha atau theta di pagi hari,
Di sanalah sebuah aksi maupun mantra kan bekerja luar biasa,
Kesegaran dan ketentraman jiwamu buka jalan pada alam bawah sadarmu,
Tak kau pilihkah benih dan tunas mana yang kau tanam di sana?

Sejenak mari bertamasya ke masa lalu,
Ketika hening Subuh dan kokok ayam jantan bangunkanmu,
Dan sejuk air wudhu hantarkan rindumu yang syahdu,
Bacaan kalamNya sayup-sayup menggenapi keindahan,
Hingga langit hangat oleh ribuan doa yang dinaikkan
Sebuah isyarat simpatiNya lalu Dia titipkan,
Ada kedamaian menyelusup masuk ke dalam tulangmu,
Ada kebeningan mata hati yang mampu buatmu lebih jeli
Maknai hidup dengan segala kejujurannya

Demi masa,
Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan saling menasehati untuk kebenaran,
Dan saling menasehati untuk kesabaran (Al-‘Ashr 1-3)

Ya, kau benar,..
Daftar pertanyaanku kini kutuliskan besar-besar
Seberapa mampu kuletakkan cinta pada Rabb-ku sebenarnya?
Seberapa mampu kusingkirkan ingatan lain sebelum mengingatNya?
Seberapa mampu kuputuskan tuk tunda pagi dengan keruh dan gaduh dunia?
Seberapa rasa syukurku atas pintu hari yang dibukakanNya?

Semoga kau dan aku mampu hidupkan sebuah kesadaran,
Bahwa tekhnologi bukan berarti tuk raih segala ingin,
Karena cukuplah anugerah makhluk sempurna mampukan kita
Sebagai pengendali tekhnologi, dan bukan sebaliknya
Karena sudah pastilah merugi, jika kesenangan pada yang fana,
hanya kan menggeser kedudukanNya di hatiku dan juga hatimu

 

DW – Catatan yang terinspirasi dari obrolan dengan seorang sahabat di sebuah siang. Kak Emi, terimakasih telah mengingatkan kami. Jauh-jauh kutaruh handphoneku semenjak hari itu…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s