Sebelum Sesalmu

Marah itu boleh,
Sepanjang bertujuan untuk meluruskan,
Marah itu perlu,
Jika itu untuk menegakkan kembali martabatmu
Marah itu dipersilakan,
Namun dengan cara yang diperhitungkan dengan matang,

Karena kita tahu, teko itu hanya menumpahkan apa yang ada di dalamnya,
Pasti kita tak kan menginginkan mulut kita menumpahkan sampah,
Karena bukan itu yang ada dalam hati dan kepala

Karena kita tahu, di antara sekian kemarahan,
Sebagian besarnya meninggalkan rasa penyesalan
Sesal karena tak sanggup menjaga indera pengucapan dari noda dan debu,
Sesal melihat luka menganga dan sayatan pada hati si korbannya,
Sesal karena nurani telah terkalahkan oleh nafsu yang menggebu,
Sesal karena betapa nista diri kita karena dahaga untuk bisa mengalahkan,

Maka, tundalah amarahmu selama mungkin, 
Karena sabar itu adalah ketika kita masih sabar pada kondisi yang seharusnya kita sudah tak sabar…
Karena marah adalah emosi jiwa yang sering menggelincirkan,
Karena rasa penyesalan itu sungguh amat tidak nyaman 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s