Siapa Bilang Merokok Keren?

Kamsi, 5 Desember 2013

Sejuta alasan seseorang untuk memutuskan menjadi perokok.
Dan salah satu alasan yang sering terdengar adalah, khawatir dikucilkan dari pergaulan.
Dianggap kurang macho atau kurang keren.

Pertanyaannya, dari kapan merokok itu jadi keren?
Dari iklan atau reklame para bintang yang berpose di kendaraan offroad
dan tertawa-tawa dengan para model cantik menawan?
Atau seorang penunggang kuda gagah berani yang terlihat perkasa?

Duh betapa iklan itu kadang mampu membangun persepsi, yang bahkan jauh dari kenyataan.
Tentu saja hebat para perencana strategi marketing itu.
Karena jika yang ditampilkan adalah pocong yang diangkut di truk, lalu dikubur di pemakaman massal, bisa kita bayangkan.
Anak SD juga sudah ngeri berdekatan dengan benda makruh itu.

Untuk adik-adik generasi muda harapan bangsa, coba kau cermati  kalimat ini :
Jadilah setetes tinta, bukan menjadi buih di lautan.
Karena setetes tinta yang dicelupkan di ember, sejenak kan mewarnai seluruh penampang.
Jadilah seseorang yang berkarakter, dan mampu mempengaruhi lingkungan sekitar, dan bukan justru menjadi lemah dan terbawa arus yang kan membawamu, mengubur dalam-dalam idealisme-mu.

DW – catatan selepas diskusi dengan seorang sahabat. Jika ada pro dan kontra, semoga tak mengurangi kekerabatan kita. Hanya sebagai refleksi, dan pikirkan, apakah kalimat di atas cocok untuk buah hati Anda kelak? Jika ya, semoga kali ini Anda tak memilih menjadi pengacara buat dirimu sendiri.

Jumat, 6 Desember 2013

Jika nanti kuhidup denganmu,
Aku tak kan merokok lagi
Ini sekadar mengisi kesendirian,
Dan menghormati teman-teman di sekitar,
Percaya padaku,

Jika nanti takdirNya mengijinkan kita bersama,
Aku akan mengurangi bermain kesana kemari dengan kawan-kawan,
Tak kan lagi futsal dan catur hingga larut malam,
Karena cukuplah kau di situ menemaniku
Berbincang ringan tentang langit biru
Atau kisah kecil akan hari yang berjalan,

Ketika nanti kita beriringan,
Tak kan ada dusta dan rahasia yang kusimpan,
Jangankan PIN atm, PIN FB dan PIN email pun adalah ruang kita bersama,
Karena kutahu, sejak itu tak ada lagi aku dan kamu,
Yang ada adalah KITA
Dua kepala dalam nafas dan pikir yang setara

Tersenyum mengingat cerita teman,
Rupanya inilah yang dinamakan gombal,
Karena banyak pribadi yang memilih untuk ingkar
Mungkin karena berpikir semua telah ia genggam,
Atau mungkinkah ia tak paham hakekat sebuah ucapan?

Ketahuilah,
Cinta adalah cinta,
Semestinya setiap kepala mampu menjaga,
Semestinya ia kan tetap indah di tempatnya,
Meski hari dan bulan terus bertukar,

Kini kita mengerti,
Kenapa Tuhanmu telah mengatur dengan rinci hukum sebuah janji,
Kenapa Tuhanmu telah mengatur bahwa tak usah bersandar pada manusia,
Karena seringkali buahnya adalah kecewa

Maka untuk kita renungkan,
Sejauh mana cinta yang kau beri,
Senyaman apa tempat yang kau gelarkan untuknya pulang,
Sebesar apa upayamu tuk membuatnya selalu nyaman,
Dan seindah apa, jejak yang nanti kau tinggalkan dan mungkin masih bisa dikenang 

DW – Catatan selepas membaca curhat seorang teman pembaca yang suaminya tetap saja merokok meski di awal pernikahan telah disepakati pasal ; Berhenti Merokok, namun ternyata juga tetap dilanggar.  Duh X_X

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s