Pertemuan Rahasia

Forgive

Badai yang nyaris menggulungmu perlahan berlalu. Bukan hal yang mudah untuk menerima kenyataan teramat pahit atas sebuah penghianatan paling tak masuk akal yang mungkin pernah terjadi di bawah atap langit ini. Namun besarnya cinta pada sang buah hati dan keteguhanmu memegang taliNya menjadikanmu tetap tegak berdiri. Menyambut kedatangan putra pertama dan ternyata terakhirmu ke dunia sendiri. Menyiapkan segala keperluan sendiri. Beruntung kau dikelilingi sahabat dan kerabat yang amat mendukungmu cukup meringankanmu.

Dua tahun telah terlewati. Sejujurnya kini tak terpikir olehmu untuk mencari pengganti dia yang pergi dari hidupmu. Dia yang akhirnya meneruskan hidup dengan pramugari itu atas pilihan atau lebih tepatnya ‘perintah’mu. Namun kembali, suratanNya telah menggiring langkahmu ke tempat lain. Seorang pria yang tengah menunggu ayahnya dirawat tertarik mendekatimu. Dan perkenalan pertama itu menyisakan cerita panjang di hari berikutnya. Ia datang serupa penawar. Ia datang seperti sengaja dikirimkanNya untukmu mengganti malam menjadi matahari pagi yang memberikan sinar hangat yang kau butuhkan.

Sesungguhnya banyak catatan yang masih menjadi pekerjaanmu. Benar pria tampan itu adalah seorang putra cendekiawan. Seorang professor di sebuah perguruan tinggi ternama. Namun masa muda yang penuh gejolak menjadikan dia seorang yang berbeda. Ia tak pernah mengenyam bangku kuliah. Dan keluarganya menganggapnya sebagai ‘anak bandel’ pada mulanya.

Namun kalian bertekad untuk saling mengisi dan berbenah, hingga terikatlah kalian dalam pernikahan sederhana dengan acara syukuran kecil yang diselenggarakan. Kelak pernikahan ini adalah pertama untuknya, dan terakhir untukmu. Dia adalah ayah yang dikirimkanNya untuk putramu. Yang melimpahkan segala kasih dan sayang sebagaimana darah dagingnya sendiri. Dan seiring waktu kebersamaan denganmu, terlihat perubahan signifikan pada kedewasaan pria yang lebih muda beberapa tahun dari usiamu.

Berkat dukunganmu, ia bersemangat melanjutkan belajar di fakultas ekonomi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dan kelak ia diterima bekerja di perusahaan BUMN besar dan meniti karir yang gemilang di kemudian hari.

Perlahan kau berhasil mengubur kisah lalu dengan cinta dan suami pertama yang telah kau lepaskan kepergiannya dari hidupmu. Tidak sempurna mungkin, karena ingatan itu tetap hadir sekali waktu tanpa sedikit pun kau inginkan. Kenangan manis dan pahit yang timbul dan tenggelam kau maknai sebagai warna-warni pada kanvas hidup yang akan kau simpan dengan berbagai pemaknaan.

Kebahagiaan meliputi harimu. Putramu kian bertumbuh menjadi pemuda yang gagah dan tampan. Berbagai prestasi yang dicapainya sungguh amat membanggakan. Juara lukis antar sekolah se-DKI, memenangi Olympiade matematika, juara I karate pelajar SMP tingkat nasional, dst. Tak terasa waktu berlalu dan kini ia telah meraih gelar S2 dari sebuah pergurua tinggi negeri ternama di Indonesia. Berkat bimbingan dan perhatian yang dicurahkan dari ayah tercintanya. Putramu bahkan tak pernah tahu cerita kelammu di hari lalu. Ia tak pernah tahu, bahwa sosok pria yang amat membanggakan yang selalu mendampinginya adalah BUKAN ayah kandungnya sendiri.

Rahasia hidup itu tersimpan amat rapat selama puluhan tahun. Kau dan dia bersepakat untuk membuka kebenaran pada suatu hari nanti. Waktu yang tepat, yang ternyata tak juga datang ke hadapanmu.

Hingga hari itu pun tiba.

Betapa kebencian dan prahara telah menghancurkan bangunan yang ada, namun keinginan yang telalu besar untuk menemui buah hati kalian yang ia simpan dengan rapat puluhan tahun, memaksa pria itu untuk mencari jejak kehidupanmu.

Ia nekat menemui putramu di suatu tempat setelah mengerahkan berbagai intel yang dia pekerjakan. Ya, karena kini dia adalah seorang pemilik sebuah grup perusahaan. Seorang anak manusia yang lebih dari 47 tahun lalu berjalan terseok menjalankan perdagangan komoditi itu kini telah menjadi milyuner dengan usaha andalan di bidang alat-alat berat.

Sore yang temaram. Jalanan ibukota terlihat kemacetan di banyak ruas jalan sepulang ribuan manusia mencari penghidupan dengan beragam jenis dan caranya. Terlihat seorang pria menghisap rokok dan seperti menelan asapnya dalam-dalam. Pandangannya terus tertuju ke pintu masuk kedai itu. Menunggu sesosok pemuda yang ia tunggu-tunggu dengan aneka rasa yang tak mampu ia gambarkan. Ada kerinduan yang membuncah. Ada rasa sesal mendalam yang tak mampu ia deskripsikan. Sesal atas luka yang ia torehkan pada wanita yang ia sadari sebagai cinta sejatinya. Sesal karena kebodohan dan kekhilafannya hingga ia memilih menikahi wanita lain yang amat mengaguminya. Hidup menuntut tanggungjawab atas setiap perbuatan yang dilakukan. Dan bertahun ia belajar untuk menelan kepahitan dengan segala kerja keras hingga menjadikannya sebagai manusia yang berbeda saat ini.

Ia menatap cangkir kopi di hadapannya yang hampir mengering. Mungkin ia terjebak macet di jalan, begitu pikirnya sambil merapikan rambut yang sebagiannya telah berubah warna menjadi keperakan. Jantungnya hampir nyaris berhenti ketika dari kejauhan sesosok pemuda ganteng dengan rambut sedikit ikal menghampiri. Degg!! Bagai cermin diangsurkan ke hadapannya seketika. Menembus ruang dan waktu, mundur ke puluhan tahun yang lalu!

(Bersambung)

Image : http://www.pinterest.com/pin/216735800789641882/

Serial : Wanita di Kaki Senja – Keping 4

DW, 20 Desember 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s