For God and Our Country

merah putih

 

( sumber : http://www.pinterest.com/pin/169729479676678536/ )

Kupetik mantra itu dari tulisan James Yee,
Kini mari kita melintas pikir dengan segenap rasa yang kita tata bersama
Kau perhatikan dengan seksama kawan,
Amat banyak media terlihat keranjingan berita prahara
Untuk mereka, bad news adalah good news,
Politik yang membabi buta,
Manusia Indonesia yang belum genap pakaiannya di kedalaman sana,
Rumah kumuh berjejalan di tepian rel kereta
Jalanan terputus dan berlubang di mana-mana
Tilang polisi yang masih bisa ditebus di tempat dengan isi dompet pengendara
Teroris yang menyamar untuk melancarkan aksi-aksinya
Pembunuhan dan kerusuhan di mana-mana
Dan serentetan berita buruk dengan porsi terbesarnya

Benarkah sedemikian buruknya?Kurasa tak demikian kawan,
Masih banyak mereka yang meluruskan niatnya
Politisi yang tak menarik diulas media karena kegigihan perjuangan untuk negerinya
Generasi muda yang mencetak prestasi di berbagai bidangnya
Penemuan-penemuan mutakhir anak negeri yang luput dari berita utama
Kegigihan para pekerja dan pengusaha berjuang di jalannyaLunasnya hutang IMF di 2006 dan terlepas dari cengkeraman mereka
Hutang baru yang ternyata prosentase jauh lebih kecil dari pendapatan per kapita
Kembalinya perusahaan-perusahaan pertambangan ke bumi pertiwi milik kita
Tak diperpanjangnya kontrak-kontrak pihak asing setelah puluhan tahun lalu menguasai kita
Kendaraan bermotor yang setiap rumah hampir berpunya
Kebebasan berpendapat berbicara tanpa takut menjadi terancam karenanya
Kurasa kita harus berimbang menyimak semua berita,
Atau bila perlu lewatkan saja hal negatifnya,

Kau tahu, sesuatu yang negatif sungguh amat merugikan kita,
Memadamkan api semangat dan bangkitkan rasa malas yang membelenggu jiwa
Mungkin keputusasaan adalah salah satu sumbernya
Hilangnya harapan sungguh amat berbahaya

Maka, ketika kau dan aku terlahir di sini,
Sedari bayi mereguk air kehidupan yang kita timba dari sumur-sumur penuh kesejarahan
Kita nikmati hasil bumi sebagai penghidupan hingga kini,
Kita panen isi lautan melalui para nelayan dan penambang garam kerabat kita sendiri
Kita menuai panas mentari yang hangatkan pagi dan keringkan bulir padi hingga menjadi energi
Kita terima anugerah kemerdekaan dari tangan-tangan para pejuang yang dermakan segala miliknya

Kurasa, tak perlu menunggu selembar merah putih disobek bangsa lain untuk menggenggam nasionalisme yang diperlukan,
Kurasa tak perlu menunggu penjajahan dengan segala macam bentuknya bertahta,
untuk menyadari betapa berharganya sebuah kemandirian untuk kita

Kritik itu perlu, tapi penghargaan atas setiap pencapaian juga tak kalah genting
Kau dan aku mampu menjadi wajah-wajah damai untuk negara ini,
Kau dan aku mampu menebar cinta yang menyejukkan hati setiap diri,
Kau dan aku mampu menjadi agen perubahan yang terus menyemaikan benih kebajikan,
Kau dan aku mampu menjadi agen Tuhan dan negara ini untuk mencapai hakekat kemuliaan,
Sejauh mata memandang, sebening kalimat mengalir, semampu tangan meraihnya,
serta sejauh kaki kita melangkah di jalan yang Dia kehendaki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s