Surat Cinta untuk Kita

Empat ratus tahun Sinabung memilih tidur tak beraksi

Sebentar atau lama, amat relatif dari sudut pandang siapa,

Bagi manusia ataukah penciptanya.

Namun rupanya kini tak berdiam dan ingin turut menguji

Dan kini Kelud pun mengikuti

Torehkan duka resahkan hati

 

Di kota ini, parodi tak lucu sekadar menghibur diri

Jakarta Flood Fiesta 2014 telah digelarkan,

Tiket festival dan VIP semua disediakan.

Agar kau dan aku turut menikmati pertunjukan.

Atau bahkan turut menjadi tontonan.

 

Tak ada yang menjamin bahwa pertunjukan telah berakhir,

Tanah longsor, gempa bumi, bumi rekah, laut surut ciptakan kalut,

Dan kini Kelud turut meletus lagi,Akankah soal ujian terakhir telah disuguhkah?

Entahlah kawan,

Setiap kita hanya tengah menunggu waktu

Untuk menjawab segala rahasiaMu

Ini karena lempengan bumi selalu bergeser secara berkala

Oh, bukan itu saja. Ini adalah pemanasan global yang demikian tinggi,

Kurasa, karena usia planet ini semakin menua.

Dan kerusakan oleh manusia telah demikian dasyatnya.

Hai, kau dengar! Setiap bencana selalu ada hikmah di dalamnya.

Tsunami Aceh telah meleburkan sengketa GAM yang tak terjangkau oleh tangan,

Analisa satu mulut hinggap di telinga lainnya,

Terdengar bak suara kumbang memenuhi ruang

 

Apakah yang disebut keberuntungan adalah selamat dari itu semua?

Apakah kasih sayangNya hanya tercurah pada engkau yang baik-baik saja?

Hati-hati menafsirkan keinginan Tuhan kawan,

Serangkaian peristiwa adalah bukti bahwa dunia ini adalah fana

Mengingatkan manusia apa yang seringkali terlupa

Suatu hari ketika gunung berhamburan dan benda langit berjatuhan,

Planet bertabrakan itu demikian dasyatnya, dan laut menggulung semua yang ada,

Akankah pegangan pada taliNya kau tunda hingga hari itu tiba?

 

Berlembar-lembar pesan berhamburan diterpa angin ke segala penjuru,

Mengingatkan kita bahwa apa yang diraih tak kan menolong sedikitpun juga,

Hingga keangkuhan dan keakuan ludes oleh semua

Hingga kau bersumpah tak kan lagi korupsi kau dekati,

Hingga kau minta perpanjangan waktu tuk berbakti pada tanah pertiwi

Merengkuh orangtuamu yang kini telah renta dengan curahan kasih semampumu

Ataukah sekadar bangkitkan rasa empati dan persatuan dengan saudara setanah pusakamu.

 

Apakah yang kau sebut keberuntungan adalah aman dari semua ancaman?

Hati-hati tuk menyimpulkan.

Jangan-jangan kesabaran tinggi dan prasangka baik pada Ilahi adalah keberuntungan sesungguhnya

Yang menyelamatkan mereka dari segala yang tak tampak di mata

Yang mengagungkan nama di cakrawala angkasa ketika ruh telah kembali ke pemiliknya

Yang kan menghapus segala luka dunia dengan kebahagiaan abadi tak berjeda

 

Ya, semoga kau dan aku tak pernah lelah tuk membaca setiap suratNya

Tak pernah enggan tuk menyimak setiap pesan yang mungkin terasa sesakkan dada

Karena selalu ada penawaran tertinggi yang Dia berikan,

Untuk sesiapa yang sedia menjaga rasa dan pikir tuk luruskan tujuan penciptaan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s