Kenapa harus Budi?

Kaki-kaki kecilku menapak jalan setapak,
Menyentuh rumput basah oleh udara yang mengembun tadi malam,
Berjalan lincah, sesekali berlari riang menyambut mentari yang datang,
Mereguk secawan ilmu yang terhidang di hadapan,
Racikan ibu guru nan lembut penuh kasih sayang,

Ini Budi,
Ini Ibu Budi,
Wati kakak Budi,
Iwan adik Budi,

Belum genap akalku tuk mengolah kata,
Sekadar mencoba mengucapkannya,
Dan melekatkan huruf demi huruf di selembar memori yang ada

Kenapa Budi? Mengapa Budi?
Kucoba mencerna makna,
Seiring rumpun bambu yang bergerak mencapai angkasa,
Dan bertumbuhnya benih ilmu yang hari kemarin tersemai di ladang subur kami,

Akal budi,
Budi pekerti,
Budi daya,
Budi luhur,
Budi sejati,
Hati budi,
Budi bicara

Sebaik-baik keteladanan perilaku yang perlahan ditanam,
Bekal hidup terkokoh yang mereka sematkan,
Kesahajaan sosok yang kini kusebut ‘maha guru’
Kini di lipatan waktu biarlah kukenang namamu,
Kulangitkan doa-doa terbaik untuk benih terbaik kau semai di kedalaman jiwa,
Mengakar dan lalu bersenyawa dalam darah dan nafasku,

Berbahagialah,
Kelak engkau pantas menuai panen raya,
Dan seluruh penghuni langit kan menyambutmu dengan riuh rendah penuh suka cita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s